KPPN Kembali Gelar Ujian Sertifikasi Bendahara

  • Whatsapp
Ujian sertifikasi terhadap bendahara dan calon bendahara pada satuan kerja di aula KPPN Pangkalpinang, Selasa (20/8/2019). (foto: istimewa)

PANGKALPINANG- Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pangkalpinang (KPPN) kembali menggelar ujian sertifikasi terhadap bendahara dan calon bendahara pada satuan kerja yang menjadi kewenangan KPPN Pangkalpinang, di aula KPPN Pangkalpinang, Selasa (20/8/2019).

Kepala Kantor Perbendaharaan Negara Pangkalpinang, Esti Dwi Arvina menjelaskan sertifikasi bendahara dilaksanakan dalam rangka menjalankan amanat Perpres Nomor 7 tahun 2016 tentang Sertifikasi Bendahara Sertifikasi Bendahara pada Satuan Kerja Pengelola APBN dan PMK nomor 128/PMK.05/2017 tentang perubahan atas PMK nomor 126/PMK.05/2016 tentang tata cara pelaksanaan sertifikasi bendahara pada satuan kerja pengelola APBN.

“PNS, anggota Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang diangkat sebagai bendahara Penerimaan, Bendahara Pengeluaran atau Bendahara Pengeluaran Pembantu harus memiliki Sertifikat Bendahara,” ujar Esti Dwi, saat membuka ujian sertifikasi.

Kegiatan itu, lanjutnya bertujuan untuk menentukan kelayakan dan memberikan pengakuan atas kompetensi bendahara untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan APBN.

“Selain itu, meningkatkan dan menjamin pemeliharaan mutu kompetensi bendahara untuk melaksanakan ke bendaharaan dalam rangka pelaksanaan APBN,” imbuhnya.

Tak hanya itu, ujian sertifikasi ini juga meningkatkan profesionalisme bendahara dalam pengelolaan keuangan negara, dan mendukung tercapainya peningkatan kualitas pengelolaan keuangan negara. Tagline kegiatan ini sebutnya yaitu, sertifikasi bendahara untuk mutu, kompetensi, profesionalisme dan kualitas pengelolaan keuangan yang tinggi.
“Ini juga upaya untuk meningkatkan profesionalisme bendahara juga merupakan wujud dari komitmen peserta untuk selalu menjaga kualitas dan kompetensi yang dimiliki yang pada akhirnya akan bermuara pada pengelolaan keuangan negara yang lebih baik,” jelasnya.

Sebelum ujiannya dimulai , Urif Sahudin, pegawai KPPN Pangkalpinang didaulat untuk memberikan refreshment dengan tujuan memberi penyegaran kembali pemahaman peserta ujian terhadap bahan-bahan/materi yang telah dibagikan sebelumnya. Peserta ujian sertifikasi bendahara adalah para bendahara dan calon bendahara satuan kerja di lingkup KPPN Pangkalpinang yang belum bersertifikasi.

Ujian dimulai secara serentak pada pukul 11.00 WIB dan lama waktu mengerjakan soal pilihan berganda yang berjumlah 40 soal adalah 1 jam. Jumlah peserta ujian sebanyak 25 peserta. Tiga peserta yang dianggap sebagai peserta dengan perolehan tertinggi atas nama Muhammad Agus berasal dari satuan kerja PTUN Pangkalpinang, tertinggi kedua Lanaro Bername dari Dinas PTSP Provinsi Bangka Belitung dan tertinggi ketiga atas nama Malviana yang berasal dari Pengadilan Negeri Pangkalpinang.(nov/rls/10)

Related posts