KPK Incar 44 Perusahaan Tambang Tak Kantongi Sertifikat Non-CnC

  • Whatsapp
Pimpinan KPK, Saut Situmorang

PANGKALPINANG– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai masuk untuk menindak segala praktek korupsi yang ada di Provinsi Bangka Belitung. Yang dibidik komisi anti rasuah ini, paling utama adalah di sektor pertambangan timah.

Pimpinan KPK, Saut Situmorang mengatakan pihaknya membidik sektor pertambangan baik perusahaan yang yang mengantongi izin, sudah habis masa izin dan juga pertambangan ilegal di Negeri Serumpun Sebalai.

Menurut dia, dari hampir 50 perusahaan tambang yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP), ada 44 perusahaan yang disorot lantaran tidak mengantongi sertifikat Clean and Clear (CnC).

“Ke-44 ini kita pelajari lagi, apakah dilanjut atau seperti apa, kita akan memulai menegaskan siapa melakukan apa di setiap titik harus jelas, tidak hanya kemudian kita hanya sekedar melihat tapi tetap berlanjut,” kata Saut kepada wartawan di ruang Mahligai Rumah Dinas Gubernur Babel, Selasa (18/6/2019).

Dia menyebutkan, dalam sejarah Indonesia, ketika orang menyebut timah, maka yang ada dalam bayangan adalah Bangka. Oleh karena itu KPK juga akan melakukan pengawasan terhadap persoalan pertambangan ini.

“Oleh sebab itu tim disini membawahi koordinasi supervisi pencegahan dan penindakan, kami menurunkan jaksa terbaik KPK, tapi bukan nakut-nakutin, enggak,” imbuhnya.(nov)

Related posts