KPAD dan PDKP Sosialisasi Napza

  • Whatsapp

KOBA – Komisi Perlindungan Anak Daerah Provinsi Bangka Belitung (KPAD Babel) bersinergi dengan lembaga bantuan hukum Pusat Dukungan Kebijakan Publik (PDKP), menggelar sosialisasi bahaya narkoba psikotropika dan zat adiktif lainnya (Napza) di Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (28/2/2019).
Di desa ini, dari data KPAD ada sebanyak 14 orang residen atau pecandu narkoba, terdiri dari 10 orang dewasa dan 4 orang anak masih berstatus sekolah yang berhadapan dengan hukum. Empat pecandu narkoba anak tersebut sudah diserahkan oleh orang tuanya untuk rehabilitasi.
Ketua KPAD Babel sekaligus Komisioner Kesehatan dan Napza, Sapta Qodria Muafi mengatakan, pihaknya dalam sosialisasi itu lebih menekankan kepada cara pola berfikir residen dan lebih memotifasi untuk berprilaku sehat.
“Kita ajak bangun pondasi dalam berintraksi dengan masyarakat dan kesempatan kedepan kepada residen. Masih banyak peluang atau kesempatan walau para residen mantan penyalahgunaan Napza,” katanya dalam rilis yang diterima Redaksi Rakyat Pos, tadi malam.
Ketergantungan karena penyalahgunaan Napza menurut Sapta telah menjadi hukum positif yang harus ditegakan. Sebab ketertiban di masyarakat terganggu, cita cita hukum negara yakni mencapai masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan pun terancam gagal.
“Campur tangan negara melalui aparat penegak hukum melakukan penindakan terhadap pecandu sebenarnya bertujuan mengintegrasi mereka tunduk pada larangan menjauhi penyalahgunaan narkoba. Dengan ditahan dengan putusan pengadilan dan adanya rumah rehabilitasi DWIn, membuat pecandu sulit mengakses Napza,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua PDKP Babel, Ibrahim dan John Ganesha sebagai pararegal. Dikatakan, pada dimensi perlindungan hak asasi manusia, menggunakan napza adalah kejahatan terhadap HAM diri sendiri. Selain itu membunuh kemampuan tumbuh kembang dan kemampuan manusia yang utuh dari Sang Pencipta.
“Begitu HAM dalam perspektif Hukum Tata Negara, mereka tidak akan mampu menjalankan kewajiban asasinya yakni hidup tertib dan bermanfaat. Saya berharap, warga residen menyerahkan dirinya pada para ahli yang memberikan pendampingan semacam terapi di rumah rehabilitasi ini. Pengalaman advokasi kami menunjukan rehabilitasi lebih efektif memulihkan pribadi, namun efek jera dan perlawanan terhadap rantai peredaran Napza lebih efektif melalui jeruji besi,” tegas John Ganesha. (rls/1)

Related posts