Kota “Berarti” yang Membutuhkan Pemimpin Cerdas & Amanah

Oleh: Gita Aprlia
Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung

Gita Aprlia

Pemimpin merupakan tonggak keberhasilan sebuah pemerintahan. Satu langkah pemimpin merupakan seribu harapan bagi masyarakat. Kenapa Penulis katakan demikian? Itu karena, gerakan seorang pemimpin dapat merubah kegelapan menjadi terang benderang.Pemimpin membawa pengaruh yang besar bagi masyarakat. Pemimpin yang menunjukkan arah kemana seharusnya kaki bergerak, mata menatap untuk kehidupan yang mensejahterakan. Seorang pemimpin yang sesungguhnya adalah pemimpin yang hadir membawa perubahan.Perubahan yang Penulis maksud perubahan dalam berbagai aspek, terutama pendidikan, tingkatkan kualitas pendidikan, utamakan fasilitas yang memadai serta prioritaskan sumber daya manusia yang handal, agar dapat mencetak generasi – generasi yang unggul. Selain dunia pendidikan, seorang pemimpin juga harus menoleh dan bergerak dalam dunia kesehatan, dalam hal ini meningkatkan kemajuan layanan rumah sakit, jangan bedakan masyarakat punya dompet dan punya uang. Karena sesungguhnya, manusia diciptakan sama, dan harus diperlakukan sama. Terkadang, masyarakat beranggapan hadirnya seorang pemimpin ketika Pemilukada akan dilaksanakan, menggemparkan berbagai isu, baik tulus, mulus, dan seolah tanpa sandiwara. Masyarakat harus tahu penyelenggaraan Pemilukada itu bukan sembarangan. Masyarakat memilih bagian terpenting untuk dunia pemerintahan. Memilih bagian dari eksekutif dan legislatif bukan menjadi sebuah rahasia umum lagi. Apalagi saat ini, sudah hadir yang namanya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai lembaga yang dipercaya untuk mengawasi penyelenggaran pemilu.Bawaslu juga mempunyai wewenang untuk menindaklanjuti temuan dan laporan dugaan pelanggaran pemilu yang sudah diatur dalam peraturan Bawaslu No 11 tahun 2014 Pasal 10 tentang focus penindakan. Bawaslu berperan penting dalam penyelenggaraan Pemilu. Tetapi, Penulis tegaskan tidak hanya Bawaslu, juga mahasiswa sebagai generasi bangsa yang harus ikut terjun ke dunia nyata, agar mengetahui bagaimana baiknya Pemilu yang akan dilaksanakan. Kemudian, terdapat juga media sosial yang harus mempublikasikan bagaimana kerja nyata dari sosok calon pemimpin, pemilih harus melihat gerakan yang memberi perubahan bukan masa lalu yang tinggal cerita suram. Dan yang tak kalah penting adalah rakyat, sebagai pengawas Pemilukada untuk mencetak pemimpin idaman kita semua.Namun, perlu diperhatikan pula, beberda halnya jika untuk menggapai sebuah jabatan diigunakan hanya untuk menghabiskan anggaran tanpa terlaksananya suatu perubahan. Rumah yang dipimpin akan goyang, makmum yang dibelakang akan berpergian, lalu lama kelaman semuanya menjadi suram.Khususnya untuk Kota Pangkalpinang, Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota baru akan dilaksanakan pada Tahun 2019 mendatang. Namun, sejak beberapa waktu lalu, hingga saat ini, sudah tertampang jelas baik melalui Baliho atau sejenisnya di sudut-sudut kota dan piinggiran jalan, sosok tokoh masyarakat yang ingin merebut kursi orang nomor satu di Kota Pangkalpinang ini. Jargon mereka initinya tak jauh berbeda, yaitu ajakan untuk membangunan Kota Pangkalpinang menjadi lebih baik. Bahkan mereka mencoba membuat sebuah brand yang mudah diingat masyarakat, misalnya “Ibu Kete”, “Kite Udin, “Senyumolen”. Apa pun itu brand yang ditawarkan, mereka mencoba membawa Kota Pangkalpinang ke arah perubahan yang lebih baik lagi. Terlepas mereka dipilih atau tidak, biarlah rakyat Pangkalpinang yang menentukan pada Tahun 2019 nanti.Yang jelas, rakyat membutuhkan gerakan nyata, bukan hanya sebuah brand yang bersifat teoritis belaka. Sebab, kondisi rakyat saat ini, tidak seperti dulu lagi, mereka telah “Pintar” bagaimana memilih seorang pemimpin. Ingat..! Satu di antara penentuan pilihan rakyat untuk sang pemimpin adalah orang  yang mampu memegang teguh asas pacta sunt servanda, yakni setiap janji harus ditepati. Pangkalpinang sebagai Kota kecil dan Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, membutuhkan pemimpin yang berkomitmen, pemimpin yang tidak hanya membuka kaca innovanya disaat gemparnya kampanye saja. Kata komitmen yang Penulis maksudkan adalah yang mempunyai makna besar, seorang pemimpin harus bisa menjaga janji-janjinya, harus bisa bergerak sesuai bicaranya, pantang menjilat lisannya sendiri.Seorang pemimpin jika memimpin hanya untuk ingin terkenal sangatlah mudah. Tegakkan saja dua tiang kiri dan kanan sebagai penahan baleho dengan foto yang besar, dan nama bercetak tebal di sepanjang jalan raya. Tetapi, hal – hal yang menghabiskan uang seperti itu tidak akan membawa perubahan, jika tak dibarengi dengan apa yang penulis sampaikan di atas. Pangkalpinang butuh pemimpin yang membawa perubahan, untuk bergerak maju bersama masyarakat, mengatasi persoalan di Pangkalpinang yang telah “njelimat” ini, secara terstruktur. Misalnya bagaimana menangani masalah banjir, sehingga hal serupa tak akan terulang lagi di kemudian hari. Banjir merupakan masalah besar bagi masyarakat pangkalpinang.  Banjir menghadirkan jutaan benih penyakit dan penderitaan.Kemudian, masyarakat Pangkalpinang butuh Pemimpin yang mampu merubah pola pikir masyarakatnya dari sembarang membuang sampah, menjadi sadar membuang sampah pada tempatnya. Selanjutnya, masyarakat Pangkalpinang butuh perhatian dan sentuhan, berupa Pemimpinnya yang selalu turun ke tengah-tengah masyarakat, masuk kegang-gang kecil, untuk melihat langsung bagaimana kondisi warganya. Masyarakat Pangkalpinang tak butuh gaya pemimpin yang hanya mementingkan kelompok, keluarga  dan pribadinya. Masyarakat Pangkalpinang tidak butuh pemimpin yang hanya tampil di depan para pejabat, di acara-acara resmi, selalu menghambur-hamburkan uang rakyat dengan ”Jalan-jalan” ke luar daerah bahkan ke luar negeri dengan dalih untuk menarik investor atau apalah untuk rakyat.Saatnya Pangkalpinang Kota “Berarti” berubah, dengan pemimpin yang cerdas, yaitu mampu memahami kehendak dan kebutuhan rakyatnya, termasuk mampu membimbing rakyatnya kreatif dan inovatif. Ia selalu hadir saat dibutuh rakyatnya. Ia selalu tampil sederhana, dan penampilannya tidak membuat iri rakyatnya. Dan satu hal yang tak kalah penting lagi, rakyat Pangkalpinang juga butuh pemimpinan yang jujur. Dengan modal paling tidak cerdas dan kejujuran ini, bukan tidak mungkin kehidupan masyarakat menjadi lebih sejahtera.(****).

No Response

Leave a reply "Kota “Berarti” yang Membutuhkan Pemimpin Cerdas & Amanah"