by

Korban Sambaran Buaya Ditemukan tak Bernyawa

-NEWS-97 views

Kondisi Tubuh Tercabik-cabik
Pencarian Libatkan Paranormal

PULAUBESAR – Setelah empat hari pencarian, akhirnya Mahrom (33) warga desa Bedengung, yang menjadi korban sambaran buaya saat mencari ikan di sungai Empek, Dusun Pasir Putih Desa Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar, Jumat (10/5/2019) malam lalu, akhirnya berhasil ditemukan.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan sejumlah luka cabik diduga bekas sambaran buaya. Mahrom, ditemukan tim gabungan sekira pukul 10.00 WIB tadi pagi.
“Alhamdulillah hari keempat pencarian, tubuh Mahrom warga desa Bedengung ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Kapolsek Payung IPTU Efriansyah, mewakili Kapolres AKBP Aris Sulistyono SH,MH, Selasa (14/5/2019).
Sementara Pjs Kepala Desa Bedengung Abdul Roni, mengatakan jasad korban Mahrom, ditemukan dalam kondisi mengenaskan.
Tubuh dan jasadnya tercabik cabik. Duda berusia 33 tahun itu, menjadi korban keganasan buaya saat memancing (menajur) ikan di Sungai Empek, Jumat (10/5/2019).
Ia mengatakan Mahrom, saat ini proses evakuasi jasad Mahrom, terus dilakukan pihak kepolisian, Bhabinsa SAR dan masyarakat terus berlangsung.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan tubuhnya dipenuhi luka cabik yang diduga akibat serangan buaya yang memangsanya. Saat ini proses evakuasi masih berlangsung,” terangnya.
Sebelumnya, Mahrom (33) seorang pencari ikan, warga desa Bedengung, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi korban keganasan reptil buas buaya. Kapolsek Payung IPTU Epriansyah SH, mengatakan, informasi hilangnya Mahrom, diketahui pihaknya dari Diki (24) rekan korban saat mencari ikan. Diki menyampaikan peristiwa terjadi sekira pukul 18.00 WIB. Sebelumnya sekira pukul 17.00 Mahrom dan Diki, berangkat mencari ikan ke sungai Empek Dusun Pasir Putih.
“Saat keduanya asik memancing ikan, tiba-tiba muncul buaya dari arah belakang dan langsung menerkam dan menyeret korban Mahrom. Malihat hal itu, temannya diki berlari kearah kampung Dusun Pasir Putih Desa Batu Betumpang untuk memanggil warga dan meminta pertolongan,” ujar Epriansyah.
Sejak tadi malam jajaran Polsek Payung, Bhabinsa dibantu masyarakat, membantu pencarian Mahrom (33) diterkam dan diseret buaya saat mencari ikan di Sungai Empek, Dusun Pasir Putih Desa Batu Betumpang, Jumat (10/5/2019) tadi malam.
Namun hingga Sabtu (11/5/2019) siang ini, nasib dan keberadaan Mahrom juga belum diketahui. IPTU Epriansyah SH, mengatakan saat ini pihaknya dibantu warga Desa Bedengung, Suka jaya dan Dusun Pasir Putih, terus melakukan pencarian mulai dari hilir hingga hulu sungai Empek. Pencarian dilakukan secara bersama sama, menggunakan peralatan seadanya. Namun sesekali, penyisiran juga dilakukan menggunakan perahu milik masyarakat.
“Sejak tadi malam sampai sekarang belum ada tanda tanda keberedaan korban. Namun, sampai siang ini kami dan warga terus melakukan pencarian dan penyisiran sepanjang sungai Empek,” katanya.
Tak hanya pihak kepolisian dan masyarakat, namun sejumlah paranormal juga turun membantu pencarian Mahrom. Bahkan sebagian paranormal, telah melakukan sejumlah ritual ditepi aliran sungai Empek. (raw/6)

Comment

BERITA TERBARU