Koperasi Basel Ditargetkan Tembus 30 Besar Nasional

  • Whatsapp

DTKTUKM Basel Dapat Kucuran DAK Rp 300 Juta

TOBAOLI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) pada tahun 2019 ini, akan menargetkan salah satu Koperasi di Basel tembus pada peringkat 30 – 40 besar nasional sebagai koperasi terbaik di Indonesia.

Tahun 2018, koperasi asal Pangkalbuluh Kecamatan Payung mampu membanggakan daerah. Koperasi ini, tampil juara satu tingkat kabupaten sebagai koperasi berprestasi dan menjadi juara pertama di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Demikian dikatakan Kepala DTKTKUKM Basel, Basu Priatna kepada wartawan Selasa (5/3/2019).

Menurutnya, pada saat diusulkan masuk seleksi tingkat nasional, Koperasi Pangkalbuluh juga meraih hasil cukup membanggakan dengan masuk dalam 50 besar koperasi berprestasi se Indonesia. Oleh sebab itu, Basel menargetkan koperasi asal Basel, dapat kembali meraih hasil maksimal pada tahun ini, dan ditargetkan masuk 30 – 40 besar.

“Suatu koperasi dikatakan koperasi berprestasi harus memenuhi beberapa kriteria penilaia. Seperti aktif mengadakan RAT setiap tahun, pengurus jelas, rencana angggaran, operasional dan dia punya usaha yang berjalan dengan baik,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ungkap Basu, kriteria lain yang menjadi penilaian ialah manajemennya, usaha yang dilakukan serta yang tak kala penting adalah permodalannya darimana. Saat ini, lanjut Basu terdapat sekitar 42 koperasi aktif yang ada di Negeri Junjung Besaoh.

“Harapan kami kedepan koperasi bisa aktif dan tumbuh sehat. Aktif dan tumbuh sehat beda, bisa berjalan sebagaimana mestinya, mandiri serta berdampak pada perekonomian masyarakat lebih meningkat. Kita sudah rapat dengan penyuluh koperasi untuk bisa meningkatkan kegiatan yang ada di koperasi tahun ini, jika tahun lalu koperasi kita sudah masuk 50 besar nasional, maka tahun ini, kita targetkan akan naik ke posisi 30 – 40 besar nasional koperasi berprestasi,” kata Basu.

Di sisi lain, Basu menambahkan, DTKTUKM Basel mendapatkan kucuran dana DAK sebesar Rp 300 juta untuk mendukung program pengembangan dan pembinaan koperasi di Basel. Dana tersebut akan digunakan untuk pelatihan, akuntansi koperasi, pengembangan usaha serta penilaian koperasi berprestasi. (raw/3)

Related posts