Konsumsi Solar Nelayan Beriga 3 Ton Per Hari

  • Whatsapp

Nelayan Beriga Usulkan Berdirinya SPBN

KOBA – Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin dan solar para masyarakat nelayan di Desa Beriga Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah mencapai 3000 liter atau 3 ton per hari dari 360 orang nelayan yang memiliki SHU.

Atas dasar itu, pihak nelayan mengusulkan untuk mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Beriga.

“Sebanyak 350 nelayan yang memiliki SHU dari total 500 nelayan di Desa Beriga ini membutuhkan rata-rata 30 liter per orang. Kalau ditotalkan sekitar 3000 liter untuk sekali jalan,” ujar Ketua Nelayan Desa Batu Beriga, Berku kepada Rakyat Pos, Minggu (13/10/2019).

Dikatakannya, jika SPBN berdiri di Desa Beriga minimal bisa mengatasi tingginya harga BBM jenis bensin dan solar. Kalau saat ini, pihak nelayan membeli BBM jenis bensin seharga Rp10.000/liter dan harga solar sebesar Rp11.000/liter.

“Kami pernah mengajukan SPBN ini karena pengeluaran BBM di Beriga sehari mencapai 30 liter per orang. Kita pun memperoleh BBM di Beriga dengan harga yang tidak terjangkau. Maka dipandang perlu adanya SPBN,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, BBM di Desa Beriga bukan hanya untuk nelayan, tetapi juga untuk tambang. Mereka berharap SPBN ini segera berdiri di Desa Beriga untuk membantu pendistribusian BBM yang dibutuhkan para nelayan.

“Kita harapkan dengan adanya SPBN ini bisa menurunkan harga BBM di Beriga. Kalau BBM terpenuhi dan harga terjangkau, maka hasil tangkapan bisa dijual dengan harga yang agak mahal,” tuturnya.

Untuk spot tangkap ikan di Desa Beriga katanya masih aman. Makanya kami khawatir dengan masuknya tambang ilegal mengakibatkan spot tangkap ikan menjadi terancam.

“Kami juga para nelayan menolak masuknya tambang laut ilegal yang akan beroperasi di laut Beriga karena sangat merusak spot tangkap ikan dan merusak lingkungan hidup di Beriga,” tukasnya. (ran/3).

Related posts