Konsumsi “Beluluk”, Bisa Hilangkan Nyeri Sendi Hingga Perlancar Metabolisme

  • Whatsapp

PANGKALPINANG- Siapa yang tak kenal buah atap atau kolang-kaling. Buah berwarna putih lonjong ini lebih dikenal dengan nama “beluluk” bagi masyarakat Bangka Belitung (Babel). Meskipun buah ini sebetulnya bisa dijumpai sepanjang tahun, namun buah ini lebih sering muncul dan diperdagangkan saat bulan puasa.

Hampir di setiap sudut jalanan ibukota di Provinsi Babel, Pangkalpinang, buah ini selalu tersedia, baik yang sudah dikemas plastik kecil kemasan Rp5.000, ataupun yang masih dalam rendaman di baskom besar, dijual kiloan Rp15.000 hingga Rp20.000/kg.

Rasa kolang-kaling yang segar, kenyal ini juga ternyata bisa mengenyangkan, selain itu juga menghentikan nafsu makan cocok dikonsumsi sebagai makanan diet.

Dikutip dari Wikipedia, Kolang kaling yang dalam bahasa Belanda biasa disebut glibbertjes yang secara harafiah berarti “benda-benda licin kecil” ini dibuat dari biji pohon aren (Arenga pinnata), yang berbentuk pipih dan bergetah.

Untuk membuat kolang-kaling, para pengusaha kolang kaling biasanya membakar buah aren sampai hangus, kemudian diambil bijinya untuk direbus selama beberapa jam. Biji yang sudah direbus tersebut kemudian direndam dengan larutan air kapur selama beberapa hari sehingga terfermentasikan.

Ternyata kolang-kaling atau beluluk ini kaya manfaat dan kandungan yang luar biasa, dengan kadar air sangat tinggi, hingga mencapai 93,8% dalam setiap 100 gram-nya. Kolang kaling juga mengandung 0,69 gram protein, 4 gram karbohidrat, serta kadar abu sekitar satu gram dan serat kasar 0,95 gram.

Selain memiliki rasa yang menyegarkan, mengonsumsi kolang kaling juga membantu memperlancar kerja saluran cerna manusia. Kolang-kaling juga bermanfaat untuk mengobati nyeri sendi dan mengandung kalsium sama dengan tulangsapi.

Selain itu, kandungan mineral seperti protasium, iron, kalsium mampu menyegarkan tubuh dan memperlancar proses metabolisme tubuh. Tak heran bukan, jika selama bulan ramadan ini, banyak masyarakat yang memburu buah berwarna putih ini untuk dijadikan santapan menu berbuka puasa, bisa dicampur dengan es campur, es buah, ataupun disajikan bersamaan dengan dawat dan cincau.

Kolang-kaling, bukan saja bisa dinikmati sebagai campuran es atau menu berbuka, tetapi juga bisa dijadikan cemilan ketika duduk santai atau lebaran, dengan membuat manisan kolang-kaling.

Cara membuat manisan ini, cukup mudah, kolang-kaling yang telah dicuci bersih, direbus bersama dengan air atau daun jeruk, daun pandan, gula pasir, sejumput garam, hingga mendidih, setelah itu tambahkan sirup atau pewarna makanan, dan masak hingga kental, setelah didiamkan, baru disimpan di dalam lemari pendingin, beluluk sudah bisa dinikmati.

Beberapa kolang-kaling yang dijual di pasaran di Kota Pangkalpinang, berasal dari berbagai daerah, salah satunya dari Muntok, Bangka Barat. “Kolang-kaling nya ngambil dari Muntok kak,” ujar Rere, salah satu penjual kolang-kaling kepada wartawan ditemui di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Jumat (17/5/2019).

Ia yang membantu ibundanya berjualan inipun tak tau persis, desa mana orangtuanya mengambil kolang-kaling. Yang ia tau, buah ini kerap muncul ketika bulan ramadan.

So guys, mumpung lagi banjir kolang-kaling, saatnya kita menikmati buah tahunan ini sepuasnya, tak usah ragu, karena buah ini kaya khasiat dan manfaatnya.(nov/10)

Related posts