Konservasi Intensif Spesies Kantong Semar

Tidak ada komentar 113 views

Oleh: Ilham Isnandi
Wakil Ketua Yayasan Flora Fauna Bangka

Ilham Isnandi

Pemanfaatan dari keanekaragaman hayati berupa tumbuhan dapat digunakan baik itu sebagai bahan makanan, obat-obatan bahkan hiasan. Pemanfaatan sebagai hiasan pada umumnya dibagi menjadi dua kategori, yaitu tanaman hias bunga dan daun. Namun, beberapa tanaman hias tidak dapat dikelompokkan dalam kategori tersebut, melainkan  di kategorikan kedalam tanaman hias unik contohnya Kantong Semar.

Kantong Semar tergolong tumbuhan monogenerik yang berarti tumbuhan dengan famili yang memiliki satu genus, yakni Nepenthes. Kantong Semar tidak hanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias juga dipercaya sebagai obat tradisional. Beberapa macam penyakit seperti batuk, sakit mata dan luka bakar dapat diobati dengan cairan dalam kantong muda yang masih menutup. Serta rebusan akarnya dijadikan sebagai obat perut, obat batuk dan juga demam. Beberapa jenis dari dari Kantong semar cukup kuat sehingga kadangkala masyarakat lokal menggunakannya sebagai tali pengikat, sama halnya dengan rotan.

Keberadaan Kantong Semar (Nepenthes spp.) sangat mudah ditemui dengan tumbuh subur pada lahan yang memiliki pH yang cukup asam. Di Indonesia diperkirakan tidak ada seratus jenis Kantong semar baik yang alami maupun silangan. Khusus untuk Pulau Bangka, hingga saat ini, baru tercatat 5 jenis Kantong semar yang sudah teridentifikasi yang tergabung dalam jenis  Kantong semar alami sebagai penghuni Pulau Bangka. Masing-masing jenis tersebut yakni spesis dari N. ampullaria, N. gracilis, N. mirabilis, N. rafflesiana. dan N. reinwardtiana yang masing-masing dikenal dengan sebutan Ketuyout atau Ketakoung.

Dengan tipe pertumbuhan yang memanjat, tumbuhan ini mampu memanjat tumbuhan lainnya hingga belasan meter. Tumbuhan yang tergabung dalam famili Nepentheaceae ini secara alami memiliki variasi fenotif yang berbeda dari tumbuhan lainnya. Pada ujung daun terdapat sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong. Dengan kantongnya ia bisa menjebak dan memangsa serangga, anak katak, atau beberapa hewan arthropoda kecil lainnya sehingga tumbuhan ini juga diklasifikasikan sebagai tanaman karnivora.

Kantong Semar memiliki karakter morfologi yang unik dan menawan. Keunikan dari Kantong semar yang memiliki bentuk, ukuran  dan corak warna dari kantongnya. Secara keseluruhan, tumbuhan ini memiliki lima bentuk kantong, yaitu corong/terompet, silinder, bentuk tempayan, lonjong (bulat telur/oval), dan pinggang bahkan pada satu individu warna kantung atas dan bawah terdapat perbedaan warna. Bentuk dari kantong dan warna yang bervarian dapat membantu mengklasifikasi dalam upaya mengidentifikasinya, namun kadangkala faktor lingkungan mempengaruhi karakter morfologi sehingga membutuhkan ketelitian yang tinggi untuk mendapatkan hasil identifikasi yang tepat.

Beragam bentuk dan warna Kantong Semar yang menawan menaruh minat bagi para penggemar tanaman hias, sehingga tumbuhan ini diburu untuk koleksi. Kehadiran tanaman ini, dianggap sebagai tumbuhan memiliki nilai eksotis dan nilai seni bila tampilkan sebagi tanaman hias pada pekarangan, pot, atau pengisi rangkaian vas bunga juga dapat menjadi komoditi yang bernilai cukup tinggi dan mulai diperjualbelikan. Namun, yang diperjualbelikan kebanyakan masih merupakan Kantong Semar yang diambil langsung dari alam, bukanlah dari para kolektor, tempat budidaya ataupun penangkaran.

Dampak dari nilainya yang cukup tinggi mengakibatkan Keberadaan tumbuhan ini, mulai terganggu populasinya.  Perburuan yang semakin tidak mengindahkan etika-etika lingkungan yang lestari serta hal-hal lain yang mengancam keberadaannya seperti kebakaran hutan, penyeragaman tanaman, pembukaan lahan, dan konversi lahan, penebangan kayu secara eksploitatif, pengembangan pemukiman, dan pertambangan serta faktor-faktor lain-lainnya.

Berbagai upaya konservasi dalam mewujudkan lingkungan yang lestari untuk tumbuhan maupun satwa telah ditetapkan peraturan baik skala nasional maupun internasional. Untuk skala nasional Kantong semar telah ditetapkan sebagai jenis tumbuhan yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya juga Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Kantong Semar juga telah diperhatikan didalam CITES dan IUCN yang masing-masing adalah lembaga konservasi internasional. Menurut CITES (Convention on International Trade in Endangered Species), sebagian besar dari jenis Kantong Semar tergolong kedalam Apendiks II yang berarti ada larangan dan pembatasan perdagangan untuk melindungi spesies dari kepunahan. Kantong Semar juga ditetapkan status konservasinya menurut IUCN (International Union for the Conservation of Nature). Masing-masing spesies dari Kantong semar memiliki status konservasi yang berbeda-beda dalam suatu daftar merah yang disesuaikan dengan sebarannya, jumlah populasinya dari risiko kepunahan. IUCN telah membagi status konservasi mahluk hidup ke dalam tiga kategori besar yakni punah, terancam dan beresiko rendah dengan rincian masing-masing yang biasanya selalu dievaluasi lima hingga sepuluh tahun sekali.

Keberadaan Kantong Semar dari tahun ke tahun semakin terancam. Oleh karena itu, konservasi merupakan upaya penting dalam penyelamatan keberlangsungan Kantong Semar untuk tetap bertahan maka perlu upaya konservasi baik secara in-situ mapun ex-situ yang harus segera dilakukan. Sebagian besar proses konservasi sangatlah tergantung pada kesadaran individu masing-masing. Penyadaran dalam upaya konservasi bisa berawal dari usia sejak dini baik itu melalui proses edukasi maupun sosialisasi ataupun melibatkan dunia pendidikan yang dianggap paling efektif.  

Selain itu, diperlukan pula intervensi yang konsisten dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dalam upaya konservasi yang intensif baik itu spesies dari Kantong Semar maupun tumbuhan dan satwa lainnya. Dengan  begitu, diharapkan setiap individu mendapatkan informasi serta wawasan yang banyak tentang nilai-nilai eksotis Kantong Semar serta upaya konservasi baik itu tujuan dan fungsinya.(****).

 

 

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Konservasi Intensif Spesies Kantong Semar"