Komunitas Basel akan Angkut Sampah Tercecer

  • Whatsapp
Ekawati Justiar menyerahkan alat bor biopori kepada Kepala Sekolah SD 8 Toboali Bangka Selatan. Alat ini, berguna untuk membantu peresapan air hujan ke dalam tanah.(foto: raw).

Laksanakan 13 Isu Jambore Bebas Sampah
Ekawati: Mari Bergerak Bersama

TOBOALI – Puluhan komunitas peduli lingkungan serta siswa di Bangka Selatan (Basel) kembali akan turun ke jalan untuk membersihkan sampah yang tercecer di Kota Toboali pada Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) 26 Februari mendatang.

Muat Lebih

Inisiator HPSN Basel Ekawati Justiar mengungkapkan, Basel Bergerak di HPSN 2017 sebagai upaya melaksanakan 13 isu yang telah dihasilkan pada Jambore Bebas Sampah yang digelar September 2016 lalu.

Ketigabelas isu tersebut adalah melalui pendidikan formal non formal, solusi sampah di tanah atau ruang yang tidak semestinya, upaya pengurangan sampah, solusi sampah organik, strategi keberlanjutan, teknologi tepat guna, pergerakan dan kegiatan di ruang publik, penegakkan hukum, kepemimpinan & kelembagaan, solusi di wilayah-wilayah dengan akses terbatas, terpencil, terluar, solusi sampah anorganik, strategi pembiayaan dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Contoh isu yang akan dilakukan adalah kampnye peduli sampah, melalui pendidikan formal dan non formal. Dalam hal ini, komunitas dengan bantuan Dinas Pendidikan akan menyurati seluruh sekolah yang isinya mengajak siswa membuang sampah pada tempatnya, karena masih banyak anak-anak yang membuang sampah sembarangan. Contohnya pada saat jalan santai, dibagikan air minum dan gelasnya dibuang di jalanan, begitu juga dengan kupon doorprice yang akan berhamburan di lapangan, ini yang akan kita ingatkan dan ajak para siswa untuk menjaga kebersihan dan lingkungannya, karena kita membutuhkan lingkungan bersih dan sehat,” imbuh Ketua TP PKK Basel ini.

Guna mensukseskan HPSN tersebut, lanjut Ekawati, perlunya sinergitas seluruh komunitas di Basel dibantu Pemkab Basel. Tahapan HPSN yang dijadwalkan adalah pada 18 – 26 Februari mendatang, dan puncaknya pada Minggu 26 Februari.

Ekawati mengajak masyarakat bersama komunitas yang telah terbentuk berjalan santai bersama pada rute yang telah ditentukan dengan mengambil sampah yang tercecer di jalan yang dilalui. Sampah-sampah yang diambil akan dibawa menuju Pantai Nek Aji.
“Mari bergerak bersama, agar Basel bebas sampah, karena semua memerlukan lingkungan yang bersih dan sehat,” pungkasnya. (raw/3)

Pos terkait