HEADLINES

Komplotan Janda Gelapkan 45 Unit Mobil Rental Dibongkar Polisi

Kapolda Babel, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat saat konferensi pers di ruang dialog publik Polda Babel, Jumat (12/6/2020).

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Tim Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berhasil membongkar penggelapan sebanyak 45 unit mobil rental.

Selain mengamankan 45 unit deretan mobil yang digelapkan, sebanyak enam orang tersangka berhasil ditangkap dalam pengungkapan kasus ini. Dan seorang janda bernama Elisabeth alias Lisa (34) menjadi otak pelaku penggelapan ini.

Adapun barang bukti lainnya yang turut pula diamankan yakni puluhan lembar STNK dan kunci mobil milik pengusaha jasa rental.

Kapolda Babel, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat menuturkan, kasus penggelapan puluhan mobil ini terbongkar bermula dari laporan para pengusaha mobil rental yang merasa dirugikan oleh komplotan janda ini, yang tak lain merupakan rekan sesama pemilik rental mobil juga.

“Kasus penggelapan mobil rental ini marak terjadi beberapa bulan terakhir ini. Ada sekelompok sindikat berupaya meminjam mobil di tempat rental, kemudian mobil tersebut digadaikan atau direntalkan kembali tanpa sepengetahuan pemilik mobil,” tutur Kapolda saat konferensi pers  di ruang dialog publik Polda Babel, Jumat (12/6/2020).

Elisabeth alias Lisa (34) menjadi otak pelaku penggelapan ini.

Ia mengungkapkan, polisi berhasil mengendus otak pelaku penggelapan mobil rental yang berjumlah 45 unit ini diduga dilakukan oleh Lisa, satu wanita dan empat orang pria yang bernama Ayu Lestari alias Ayu (22), Robert Frankie (38), Heri Saputra alias Heri (25), Julian alias Ayong (25), dan Robby Suprayogi alias Yogi (39), oknum ASN.

“Elisabeth, otak pelaku kejahatan ini. Lima orang ini pelaku pendukungnya, ada yang menggelapkan, supir, pencari gadai dan juga menawarkan kepada penerima. Setelah dia pinjam, disampaikan ke orang lain untuk digadaikan lagi. Mungkin, janji dengan bunga yang ringan,” beber Kapolda.

Malah sebaliknya, Jenderal bintang dua ini mengaku prihatin kepada penerima gadai mobil rental yang ikut dirugikan dalam kasus ini.

“Seharusnya, mereka juga harus waspada. Kalau mereka hendak membeli atau menerima gadai mobil, diperiksa dulu dokumen-dokumen aslinya tidak hanya berdasarkan STNK saja, tetapi BPKB dan segala macam harus dicek lagi sehingga tidak terjadi hal-hal seperti ini,” imbuh Anang.

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

ads






To Top