by

Komisi III tak Tinggal Diam, PT AA Dilapor Babat Hutan Lindung

-NEWS-271 views

Dugaan pembabatan hutan lindung di kawasan Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung oleh PT AA Grup yang akan dilaporkan Staf Khusus Gubernur Bangka Belitung (Babel), Zaidan ke KPK menjadi sorotan Komisi III DPRD Provinsi Babel.
Mengenai dugaan pelanggaran hokum ini, Komisi III akan turun ke lapangan dan melaporkan PT AA ke Dirjen Gakkum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan jika memang benar membabat hutan lindung. Terlebih, dari informasi yang didapat PT AA bergerak di bidang tambang kaolin ini sudah membabat hutan seluas kurang lebih 300 hektar.
“Kalau memang ada dugaan pembabatan hutan ya harus ditindak tegas. Kita akan laporkan ke Dirjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta,” tegas Ketua Komisi III DPRD Babel, Deddi Wijaya kepada wartawan, Jumat (15/3/2019).
Mengenai laporan ke KPK oleh Zaidan katanya, perlu dilakukan untuk memproses kerugian negara yang disebabkan oleh pihak perusahan itu. KPK nantinya bisa menuntut hukuman terhadap korporasi yang telah merugikan negara tersebut.
“Kami dari Komisi III juga tidak akan tinggal diam. Dengan adanya temuan ini tentu kami akan turun ke lapangan dan melaporkan persoalan ini ke KLHK agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tukasnya.
Lebih jauh, dikatakan politisi Partai Golkar ini, sangat disayangkan pihak eksekutif atau Pemprov Babel sama sekali belum berkoordinasi dengan Komisi III terkait temuan perusahaan membabat hutan lindung ini. Padahal, seharusnya pemerintah melakukan koordinasi agar dapat melakukan tindakan sesuai fungsi legislatif. Apalagi perusaahan ini bergerak di bidang pertambangan, Komisi III harus cepat tanggap terhadap hal ini.
“Kami akan minta data-data perizinannya dari Pak Zaidan. Dinas terkait seperti ESDM dan Lingkungan Hidup kami minta untuk mendampingi turun ke lapangan. Kalau berkenan wartawan juga ikut biar transparan sejauh mana dugaan ini,” tutupnya.
Sebelumnya, Pemprov Babel menugaskan Staf Khusus Gubernur, Zaidan untuk melakukan investigasi mengenai adanya indikasi PT AA menjarah hutan lindung di Belitung. Investigasi ini terkait adanya penolakan tambang kaolin oleh warga setempat.
Dari hasil investigasi yang dipimpin Zaidan banyak ditemukan dugaan-dugaan pelanggaran. Seperti masalah perizinan. Yakni, Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki pihak perusahaan di kawasan Desa Perawas, sedangkan PT AA Grup beroperasi di Desa Air Seruk.
“Sudah bertahun-tahun, berapa banyak kerugian negara. Apalagi izin yang dikeluarkan BLHD hanya 400 hektar. Diduga, mereka menambang lebih dari itu,” urainya.
Tidak hanya itu, aktivitas pertambangan PT AA Grup juga merambah ke perkebunan sawit dan tanah warga yang bersertifikat. Sehingga, berdampak terhadap masyarakat sekitar. Mereka juga sudah melaporkan ke Bupati Belitung hingga Gubernur Babel.
“Mereka (warga setempat) sudah melaporkan ke Gubernur, dan kita sudah diperintahkan untuk turun langsung. Kita investigasi ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat,” tandas Zaidan. (ron/6)

Comment

BERITA TERBARU