by

Komisi I Sarankan Jam Masuk ASN Kembali ke Lama

Belum Nampak Peningkatan Pelayanan Publik

TOBOALI – Sekretaris Komisi I DRPD Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Samsir mengungkapkan kebijakan kerja 6 hari dari pukul 07.00 – 14.00 belum menampakkan peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Bangka Selatan.

Bahkan sangat dirasakan imbasnya pada banyaknya keluhan masyarakat yang memerlukan pelayanan publik khususnya administrasi kependudukan seperti pembuatan Akte, Kartu Keluarga, KTP dan lainnya.

Menurut politisi PKS ini, berdasarkan informasi penduduk serta pemdes bagian pelayanan sangat mengeluhkan tidak cukupnya waktu dalam mengurus administrasi kependudukan tersebut apalagi khusus pemdes yang jarak dari kabupaten cukup jauh seperti Simpang Rimba, Payung dan Pulau Besar.

Apalagi Kecamatan Kepulauan Pongok dan Lepar Pongok kadanng memerlukan waktu 2 hari untuk mengurus administrasi kependudukan tersebut.

“Warga berangkat dari rumah pagi jam 09.00 WIB atau jam 10.00 WIB pasti datang ke Toboali hampir jam 12.00 WIB mendekati jam istirahat dan masuk kembali jam 13.00 atau jam 13.30 dan jam 14.00 pulang. Sehingga pendeknya waktu tersebut menyebabkan banyak kejadian pengurusan administrasi kependudukan tersebut tidak terselesaikan sehingga harus datang lagi,” ungkap Samsir.

Untuk itu, berdasarkan persoalan tersebut, Komisi I DRPD Basel menyarankan agar jam masuk ASN Basel dikembalikan lagi ke jam lama yakni lima hari kerja.

Sementara itu, dilansir sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan hingga kini masih tetap menerapkan 6 hari kerja bagi seluruh Aparatur Sipil Negara dan honorer yang bertugas di lingkungan Pemkab Basel baik yang berada di kecamatan, kelurahan dan maupun di satuan kerja (Satker) dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Demikian ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Basel, Suwandi kepada wartawan Senin (26/2/2018).

Menurutnya, pegawai Basel sudah mulai terbiasa dengan 6 hari kerja. Hal tersebut terlihat dari semangatnya para pegawai baik yang berstatus PNS, maupun honorer tetap bekerja seperti biasanya. Karena, memang tidak ada perbedaan antara 6 hari kerja dengan 5 hari kerja kecuali jam masuk dan jam pulang yang mengalami perubahan.

“Kalau 5 hari kerja, jam masuk pukul 07.30 Wib dan pulangnya pukul 16.00 Wib serta pukul 16.30 Wib untuk hari Jumat, sedangkan 6 hari kerja masuk pukul 07.00 Wib dan pulangnya pukul 14.00 Wib dan pukul 11.30 Wib khusus di hari Jumat,” jelas Suwandi.

Ia mengatakan, kebijakan 6 hari kerja masih tetap berlaku di tahun 2018 ini dan memang belum ada perubahan jadwal atau kebijakan baru terkait jam kerja pegawai. “Untuk sementara ini karena awal tahun, pekerjaan masih belum banyak, tapi pegawai tetap masuk kerja seperti biasanya,” ujar Suwandi menyebutkan aktivitas di masing-masing Satker tetap seperti biasa.

Kalaupun memang ada sebagian pegawai yang tidak masuk kerja, berarti pegawai yang bersangkutan tersebut lagi sakit dan cuti misalnya cuti melahirkan atau lagi ada urusan keluarga.

“Pegawai yang tidak masuk kerja dengan alasan lagi sakit, izin melahirkan, cuti ada urusan keluarga, dan itu masih bisa kita maklumi. Tapi kalau memang sengaja tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan atau izin, akan dipotong TPP dan kita sarankan kepada atasannya untuk segera melakukan pembinaan,” pungkas mantan Kadis Dukcapil Basel ini. (raw/3)

Comment

BERITA TERBARU