Komisi I DPRD Bengkulu Minta BNN Optimalkan Pengawasan Narkoba di Perairan

  • Whatsapp
Komisi I DPRD Bengkulu dalam kunjungan kerja ke BNN RI. (Foto: Istimewa)

RAKYATPOS.COM, JAKARTA – Permasalahan narkotika sudah menjadi tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa, baik di tingkat kementrian/lembaga maupun tataran pemerintah daerah dan masyarakat.

Kondisi tersebut sesuai dengan diterbitkannya Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor (RAN P4GN) Tahun 2020 – 2024 yang menginstruksikan para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Kementrian/Lembaga dan seluruh elemen bangsa lainnya ikut serta dalam upaya P4GN yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Sejalan dengan itu, sejumlah anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu yang dipimpin Ketua Komisi I, Srie Rezeki melakukan kunjungan kerja ke kantor BNN Republik Indonesia di Cawang Jakarta, Kamis (10/9/2020) dan diterima Deputi Hukum dan Kerjasama (Hukker) Puji Sarwono didampingi beberapa pejabat di ruang rapat Sutomo gedung utama BNN RI.

Deputi Hukker BNN RI menyampaikan bahwa upaya P4GN harus terus dilakukan secara komprehensif dan sinergis antara pemerintah pusat yang didukung semua elemen anak bangsa, khususnya unsur pemerintah daerah dan DPRD.

Baca Lainnya

“Oleh sebab itu, BNN RI kembali bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, bahkan dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bengkulu dari Komisi I yang hadir berkunjung ke Kantor Pusat BNN RI,” ungkap Puji Sarwono dalam rilis yang diterima rakyatpos.com.

Saat menyampaikan sambutannya, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Srie Rezeki, menyatakan bahwa pihaknya tidak hanya memberikan dukungan kepada BNN RI, namun menyatakan kesiapannya untuk memerangi narkotika.

Diungkapkan Srie, hal itu selaras dengan Peraturan Bupati Nomor 221/339 Tahun 2019 tentang P4GN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dan Keputusan Walikota Nomor 120 Tahun 2019 mengenai pembentukan Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor (P4GN) di Kota Bengkulu.

“Dalam rangka kunjungan kali ini juga, akan dilakukan koordinasi dengan kepala daerah provinsi dan kota serta semua stakeholder agar provinsi dan Kota Bengkulu segera berkoordinasi untuk melakukan upaya P4GN,” tegasnya.

Dikatakan Srie, sebanyak 80% penyelundupan narkotika dilakukan melalui laut khususnya perairan wilayah Bengkulu. Perairan ini sering dilalui para penyelundup untuk bisa memasukan barang haram tersebut ke wilayah Indonesia, sehingga diperlukan upaya optimal dalam melakukan pengawasan di wilayah perairan.

Disaat sama, Wakil Ketua Komisi I DPRD Bengkulu, Suimi Fales memberikan apresiasi kepada BNN RI dengan segala kinerja yang dilakukan dalam upaya memberantas peredaran gelap narkotika di Indonesia.

“Diharapkan kedepannya kita selalu bersinergi,” harap Suimi.

Mengakhiri acara kunjungan kerjanya, Komisi I DPRD Bengkulu meminta agar BNN RI mengoptimalkan pengawasan di wilayah perairan Bengkulu meski ditengah kondisi pandemi saat ini, sehingga ruang gerak penyelundupan narkoba dapat dipersempit dan dibersihkan. (bis/rls/1)

Related posts