Komisi I Desak Banmus Jadwalkan Paripurna Rekomendasi LKPj

  • Whatsapp

TOBOALI – Sekretaris Komisi I DPRD Bangka Selatan (Basel), Samsir, mendesak Badan Musyawarah DPRD Basel untuk secepatnya menjadwalkan paripurna penyampaian rekomendasi LKPj Tahun Angaran 2018 yang sedianya sudah harus disampaikan paling lambat 22 April 2019 lalu.

Rekomendasi DPRD terhadap LKPj akhir tahun anggaran 2018 merupakan bentuk pengawasan DPRD terhadap program pembangunan selama 1 tahun anggaran yang merupakan perwujudan fungsi pengawasan legislatif.

Demikian dikatakan politisi PKS kepada wartawan, Rabu (1/5/2019). Menurutnya, apabila tidak ada ketetapan hasil pembahasan dalam bentuk rekomendasi kepada Kepala Daerah, berarti tidak ada perbaikan dalam penyusunan laporan, dan pertanggungjawaban dianggap tidak ada rekomendasi.

Dan hal ini merupakan amanat peraturan perundang-undangan Peraturan Pemerintah No 3 tahun 2007 tentang laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada pemerintah pasal 23 ayat (1) sampai dengan ayat (5).

“Untuk itu, Komisi I mendesak badan musyawarah menjadwal ulang paripurna penyampaian rekomendasi atas LKPj akhir tahun anggaran 2018, dan mengingatkan Kepala Daerah agar menidaklanjuti hasil rekomendasi tersebut sebagai bentuk progres report untuk program yang berkelanjutan,l” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelumnya sudah dijadwalkan paripurna penyampaian rekomendasi LKPj, hanya saja paripurna batal lantaran Bupati dan Wakil Bupati tidak hadir. “Yang hadir hanya Plh Sekda, sehingga paripurna dibatalkan. Jadi, kita harapkan Banmus secepatnya menjadwalkan paripurna rekomendasi LKPj 2018,” tegas Samsir.

Sebelumnya, DPRD Basel menggelar Rapat Paripurna Penyampaian LKPj Bupati Basel tahun 2018. Justiar menyebutkan, LKPj ini berisi informasi yang bersifat progress report Kepala Daerah kepada DPRD Basel, sekaligus sebagai tolak ukur untuk perbaikan dan peningkatan kinerja di masa yang akan datang.

Ia mengungkapkan, target pendapatan APBD tahun 2018 sebesar Rp779.194.053.669, dengan realisasi Rp778.369.266.887 atau sebesar 99,89%.

Dari jumlah pendapatan tersebut, PAD Basel terealisasi Rp 84.707.727.750, dari target 76.226.319.322. Sementara belanja sebesar Rp 862.734.354.077, terealisasi Rp 789.882.669.654.

Justiar juga menyampaikan beberapa prestasi yang telah diraih Pemkab Basel. (raw/3)

Related posts