Kolektor Agat dan Karyawan Diduga Sekongkol, PT Timah Serahkan ke Hukum

  • Whatsapp

Pengusutan Dugaan Korupsi Pembelian Timah Kadar Rendah

Anggi Siahaan, Sekretaris Jenderal IKT. (Foto: dok)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang tengah diusut Tim Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Tipidsus Kejati Babel) di tubuh PT Timah, Tbk sejak Februari 2020, hingga bulan Mei 2020 ini masih saja misteri.

Meski sudah memeriksa dan meminta keterangan belasan orang sebagai saksi terkait transaksi pembelian pasir timah kadar rendah dari kolektor mitra PT Timah, namun Penyidik Kejati Babel belum juga menetapkan satu orang pun sebagai tersangka tindak pidana korupsi tersebut.

Bahkan, beberapa oknum karyawan PT Timah dan salah seorang kolektor pemasok timah kadar rendah dalam kasus ini, Agat yang disebut-sebut bakal sebagai tersangka, kini masih melenggang bebas tanpa khawatir terjerat.

Baca Lainnya

Kabarnya, para petinggi PT Timah turun tangan menyikapi kasus ini. Selain diduga untuk melindungi oknum karyawan yang tengah diusut, oknum petinggi PT Timah itu juga ingin menyelamatkan mitranya. Sebab, ada orang kuat yakni oknum aparat pejabat tinggi dibalik mitra itu. Kederkah pihak kejaksaan?

Namun, Kepala Bidang Humas PT Timah, Tbk, Anggi Siahaan ketika dikonfirmasi menyatakan, pihaknya menghormati proses hukum yang tengah dilakukan penyidik Pidsus Kejati Bangka Belitung. Bahkan akan mengikuti dan menyerahkan proses hukum itu ke pihak Kejati.

“Kita hormati proses yang sedang berjalan, sebagai entitas yang tunduk pada hukum di negara ini, kita perusahaan akan mengikuti prosesnya dengan baik,” ujarnya, Selasa (12/5/2020).

Mengenai adanya dugaan kongkalikong atau persekongkolan jahat antara oknum karyawan PT Timah dengan kolektor pemasok timah sebagai mitra dalam kasus pembelian pasir timah kadar rendah hingga merugikan perusahaan ini, Anggi belum bisa memastikan.

“Tentu saat ini kita juga tidak boleh melupakan bahwa asas praduga tak bersalah juga harus kita kedepankan,” tukasnya.

Ketika ditanya tentang salah satu kolektor pemasok timah yang menjadi biang masalah dugaan persekongkolan jahat hingga merugikan PT Timah puluhan miliar pada kasus ini, sayangnya Anggi yang juga Sekretaris IKT (Ikatan Karyawan Timah) mengaku tak mengetahui.

“Gak tau Bang, dengan orangnya (kolektor) pun saya tidak tau,” tandasnya.

Seperti diberitakan, PT Timah saat ini tengah dirudung kerugian besar akibat kasus pembelian ratusan ton pasir timah kadar rendah tahun 2017 hingga 2019. Kasus ini tengah diselidiki pihak Kejaksaan.

Sudah belasan orang, baik itu karyawan PT Timah maupun pihak eksternal diperiksa tim Pidsus Kejati Babel.

Bahkan seorang direktur perusahaan swasta yang memasok pasir timah kadar rendah, berikut dengan pemodalnya bernama Agustino alias Agat, juga telah diperiksa penyidik.

Dari keterangan sumber di Kejaksaan, gudang tempat penyimpanan pasir timah milik pengusaha pemasok timah itu pun telah didatangi tim penyidik Asspidsus Kejati Babel untuk digeledah. Rumah dan kantor resedivis kasus penampungan pasir timah ilegal itu pun ikut digeledah.

“Pengusaha itu kolektor timah asal Kabupaten Bangka Barat. Dia sudah diperiksa dan direkturnya juga diperiksa. Gudangnya juga telah digeledah. Kawan-kawan wartawan pasti tau lah siapa orangnya,” ungkap sumber itu.

Menurut dia, direktur perusahaan berbentuk CV tersebut sebenarnya hanya menjadi boneka saja dalam jual beli pasir timah milik pemodal. Karena sesungguhnya direktur itu berprofesi sebagai seorang sopir. Tetapi oleh pemodal dipinjam namanya untuk menjadi direktur.

Sedangkan yang mengatur, membeli timah atau pun menjual timah ke PT Timah adalah pemodal ini langsung. Sehingga diduga, dalam penjualan timah berkadar rendah ke gudang PT Timah Wilayah Produksi (WP) I Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah memang terjadi kerjasama antara pemodal tersebut dengan orang dalam PT Timah.

“Direktur yang sopir itu tentu tidak tau, saat diperiksa juga banyak tidak tau dia karena yang mengendalikan perusahaan langsung kolektor pemodal ini bosnya,” tukas sumber lagi.

Hanya saja diakui, hingga sekarang baik direktur CV itu berikut kolektor pemodal yang memasok pasir timah kadar rendah kepada PT Timah, masih berstatus saksi. Demikian juga beberapa karyawan PT Timah yang diperiksa, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Kasus pun masih belum ditingkatkan ke tahap penyidikan meski telah tiga bulan berjalan.

Tiga karyawan PT Timah yang telah diperiksa dan dibidik sebagai tersangka itu yakni berinisial G, A dan D. Mereka yang dulu bertugas di gudang PT Timah Wilayah Produksi I Tanjung Gunung, telah diperiksa pada Selasa (31/3/2020). Beberapa direksi PT Timah pun pernah dimintai keterangan. (red/1)

Related posts