Kobatin Dilarang Menjual Aset Lagi

  • Whatsapp

Terhitung Tanggal 1 Maret 2017
Diambil Alih Pemerintah Pusat

KOBA – PT Koba Tin sudah tidak diizinkan lagi untuk menjual aset-aset yang ada. Pihak Kementerian ESDM RI sendiri pun sudah memberikan kewenangan kepada perusahaan tambang itu untuk menjualnya hingga tanggal 21 November 2016 lalu.
Staf Ahli Pertambangan Pemkab Bangka Tengah (Bateng), Syahrial mengatakan pihaknya sudah bertemu langsung dengan Kementerian ESDM untuk memastikan aset-aset yang ada saat ini.
“Per tanggal 1 Maret 2017 kemarin kita sudah menemui kementerian dan Kobatin, dan sudah tidak diberi kewenangan lagi untuk menjual aset-asetnya. Pihak ESDM sendiri sudah memberi batas waktu, tapi sampai tempo yang ditentukan ternyata belum terjual juga,” jelas Syahrial.
Dikatakannya, PT Koba Tin masih bisa melakukan penjualan aset-aset yang masih tersedia asalkan memiliki LO (Legal Opinion) yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Agung.
“Kita dapat kabar dari Koba Tin, jika mereka masih bisa menjual asetnya bila LO-nya sudah keluar. Tapi ini baru info dari pihak Koba Tin yang disampaikan ke kita,” tegas Syahrial, Rabu (12/4).
Sekarang ini semua aset milik Koba Tin diambil alih oleh pemerintah pusat, dimana rencananya aset tidak bergerak berupa lahan perkantoran Kobatin akan dilimpahkan ke Pemkab Bateng.
“Aset-asetnya ini akan diambil alih kementerian, tapi hutang ataupun kewajiban Kobatin masih tanggungan mereka (PT Koba Tin) itu sendiri, direksi dan jajarannya harus yang bertanggung jawab,” terangnya.
Sementara itu, terkait program pasca tambang seharusnya berjalan awal 2014 lalu sejak kontrak prusahaan tersebut berakhir.
“Program pasca tambang ini berjalan, tapi tidak signifikan, program pasca tambang ini masih tinggal setahun lagi dan hak-hak karyawan serta mitra juga masih tertunggak,” tuturnya.
Ia menambahkan, pihak Koba Tin sendiri harus lebih terbuka terkait akitivitasnya ataupun program yang sudah dilaksanakan dan akan dilaksanakan kemudian.
“Koba Tin sendiri seakan tertutup, progres program mereka saja banyak yang tidak tahu. Kemarin saya sudah sarankan untuk diekspos terkait program mereka jadi semuanya jelas,” tukasnya. (ran/6)

Related posts