Klinik Aborsi Bidan Nengsih Disegel

  • Whatsapp
Polisi memasang police line tempat praktek Bidan Sri Mardinengsih. (2nd)

Tanpa Kantongi Izin Praktek
Obat Kadaluarsa dan Alat Medis Karatan

SUNGAILIAT – Setelah digerebek tertangkap tangan hendak mengugurkan kehamilian seorang Polwan yang menyamar menjadi pasien, Senin siang (16/1/2017) Polsek Sungailiat memasang police line di tempat praktek Bidan Sri Mardinengsih.
Terpantau oleh wartawan obat-obatan seperti obat bius yang masuk tanggal kadaluarsa tertulis tahun 2005 dan 2015 tersusun rapi di dalam lemari obat-obatan Klinik. Selain itu, alat-alat medis yang digunakan Nengsih pun tampak karatan. Mengejutkannya lagi, mantan Kepala Puskesmas Sinar Jaya ini nekat menjalankan prakteknya tanpa mengantongi izin resmi dari pihak terkait.
Tak hanya itu, Kloset di dalam ruang praktek pun tampak mampet dan terdapat kotoran berwarna hitam kemerahan. Saat ditanya oleh anggota Polsek apakah ia membuang janin – janin hasil aborsinya, Nengsih berkelit bahwa klolest tersebut sejak dibikin memang sudah mampet.
“Dak de Kloset tu pas dibikin emang la mampet. Kotoran tu ku yang pake kemaren karena mencret,”ujar Nengsih.
Namun ia langsung terdiam ketika polisi mengatakan akan membongkar kloset tersebut. Disela – sela pemasangan police line, Anggota juga menemukan bungkusan sampah berupa hand scope yang terdapat bercak darah, test pack, obat – obatan untuk mengugurkan kandungan, suntikan dan pantyliner bekas.
Ketika menanyakan kembali, Bidan Nengsih kembali berkelit bahwa sampah tersebut bekas orang melahirkan. Jawaban tersebut janggal ketika ia ditanyakan identitas si pasien yang melahirkan tersebut. Terlebih lagi, Klinik Ningsih tidak memiliki perlatan standart untuk melayani pasien melahirkan.
Di dalam klinik pun hanya dipasang furniture usang dan kasur biasa yang terdapat bercak darahnya. Setelah dilakukan penyegelan dan pemasangan police line yang dipimpin langsung Kapolsek Sungailiat, AKP. Syamsul Bagja, S.Sos Bidang Ningsih kembali digiring ke Mapolsek Sungailiat.
Saat dibawa ke Mapolsek, Ia berkelit lagi bahwa ia sedang mengurus perizinan praktek miliknya tersebut. Bidan senior ini memang sudah tak asing lagi oleh sebagian orang dengan melakukan praktek aborsinya.
Namun aksi keji Nengsih kini harus berakhir lantaran dirinya tertangkap tangan hendak melakukan aborsi terhadap seorang wanita hamil yang hari itu menyamar menjadi pasiennya dengan tarif Rp.4juta.
Ia pun mengaku kalau dirinya sudah sempat berhenti 2 tahun menjalani praktek bejatnya tersebut.
“Dulu sudah pernah, sudah sempat berhenti 2 tahun dan sekarang baru buka lagi. Izinya baru mau saya urus. Biasanya ada yang Rp 1juta,”jawabnya.
Kini ia kembali mendekam di sel tahanan Mapolsek guna menjalani rangkaian penyidikan.
Dilansir, Bidan senior tersebut ditangkap Unit Reskrim Polsek Sungailiat, Sabtu sore (14/1/2017) kemarin di kediaman sekaligus tempat prakteknya di Jalan SD No 2 Lingkungan Sri Pemandang Kelurahan Sri Menanti Kecamatan Sungailiat sekitar pukul 15.00 WIB sesuai LP no. : Lp/A-21/I/2017/Sek Sungailiat.
Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan kronoligis penangkapan Bidan Ningsih ketika anggota Polsek Sungailiat mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Lingkungan Sri Pemandang, Kelurahan Sri Menanti ada tempat praktek bidan yang digunakan untuk tempat praktek aborsi. Kemudian dari informasi tersebut, anggota Polsek Sungailiat melakukan penyamaran untuk berpura-pura ingin melakukan aborsi.
Kemudian setelah melakukan penyamaran datang ke tempat praktek Bidan Ningsih dan olehnya meminta tarif sebesar Rp.4 juta untuk melakukan aborsi tersebut.
Tak menunggu waktu lama, Bidan bertubuh gemuk ini pun langsung digerebek dan dilakukan penggeledahan. Di tempat praktek miliknya, polisi berhasil menemukan obat dan alat yang digunakan untuk mengaborsi pasien-pasiennya.
Saat ini, Bidan Ningsih berikut barang bukti sudah digiring ke Mapolsek Sungailiat.
Keterangan awal pelaku sudah mengakui perbuatan melakukan aborsi di tempat praktek. Atas tindakannya, ia dijerat pasal 194 Undang-Undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan jo 53 KUHP atau pasal 299 KUHP.
Menurut Wn, salah seorang warga yang tinggal sekitar tempat praktek Bidan Ningsih, aksi bidan ini memang sudah sunter ditelinga masyarakat.
Namun sepengetahuannya, praktek tersebut melayani pelayanan medis umum untuk pengecekan kehamilan dan KB. Namun seiring waktu berjalan, tersiar kabar bahwa Ningsih menerima pasien untuk menggugurkan kehamilan lantaran tak menginginkan cabang bayi tersebut lahir.
Sempat diketahui, kalau izin praktek yang dikantongi Ningsih sempat dicabut Dinkes Kabupaten Bangka namun warga pun tidak tahu bagaimana praktek Bidan Ningsih kembali menerima pasien dan memasang plang praktek di depan rumahnya.
“Kalau same bidan tu kami kenal. La lame die buka praktek. Tapi untuk kapan praktek aborsi e tu die mulai ngejalan e, ku dak tau. La lame nian kami dapat kabar kalau die nerima orang yang nek aborsi. Soal kami sering liet pasangan anak muda masuk ke praktek e. Tapi dak tau bener dak e karena ku ge lum sua liet e langsung. Dulu kami denger praktek e sua dicabut izin e. Men sekarang pacak aktifitas agik, ku dak tau. Karna kami warga disini tau info e dari mulut ke mulut,”ujar Wn kepada wartawan.
Kabag Humas, PDE dan Santel Pemkab Bangka, Boy Yandra saat dikonfirmasi Sabtu malan (14/1/2017) kemarin membenarkan kalau Sri Mardinengsih yang akrab disapa Bidan ningsih itu prosesinya sebagai seorang bidan dan bekerja sebagai PNS di Dinkes Kabupaten Bangka.
“Ya dia itu bidan. Dan sudah lama berstatus PNS di Dinkes. Tapi sebelum di dinkes dia itu tugasnya di Puskesmas daerah ni lah,”ujar Boy Yandra.
Terkait penggerebekan dikediaman Bidan Ningsih oleh Polsek Sungailiat Sabtu sore kemarin juga ikut dibenarkan oleh PNS yang dulunya lama bertugas di Dinkes Kabupaten Bangka ini.
“Setelah digerebek dia dibawa ke Polsek Sungailiat. Saya dapat kabar dari salah satu anggota Polsek kalau bidan ningsih ditangkap Polisi. Sudah itu saya lapor sama Bupati. Karena dia adalah salah satu pegawai di Pemkab Bangka, bapak (bupati-red) merintahkan saya besuk ke Polsek,”ujar Boy.
Dengan terungkapnya aksi bejat Bidan Ningsih, Pemkab Bangka menyerahkan kasus tersebut sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai jalur hukum.
Terpisah, Kapolsek Sungailiat, AKP. Syamsul Bagja, S.Sos saat dikonfirmasi via ponselnya Sabtu malam kemarin membenarkan kalau Sri Merdiningsih diamankan pihaknya terkait kasus dugaan melakukan aborisi gelap. Menurutnya, dari penangkapan yang bersangkutan mengakui perbuatanya melakukan aborsi di tempat praktek atau klinik yang juga rumah tinggalnya.
“Jadi dia (bidan ningsih – red) sudah mengaku kalau dia melakukan praktek aborsi di tempat prakteknya. Pelaku ini merupakan Bidan PNS dan bekerja di Dinkes Kabupaten Bangka,”jelas Kapolsek. (2nd/6)

JustForex

Related posts