KKP RI Kunjungi Budidaya Ikan Bioflok Bateng

  • Whatsapp
Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui Kasubdit Pengembangan usaha Direktorat Jendral Budidaya saat mengunjungi kegiatan pengembangan program usaha dan teknologi bioflok yang dilakukan Dinas Perikanan Bangka Tengah.(foto: tamimi).

KOBA – Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP) melalui Kasubdit Pengembangan usaha Direktorat Jendral Budidaya mengunjungi kegiatan pengembangan program usaha dan teknologi bioflok yang dilakukan Dinas Perikanan Bangka Tengah. Rombongan meninjau sejumlah kelompok pembudidaya ikan lele dengan sistem bioflok di daerah tersebut.

Terkait kunjungan itu, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Bangka Tengah, Imam Soehadi mengatakan, kedatangan pihak Kementrian Kelautan dan Perikanan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap salah satu sentra pengembangan budidaya ikan lele di Bangka Tengah.

“Ini bertujuan untuk memotivasi kelompok pemula agar dapat mengembangkan budidaya ikan dan melihat beberapa sentra kelompok pembudidya ikan di Bangka Tengah. Alhamdulillah responnya sangat baik,” ujar Imam kepada wartawan, Senin (17/12/2018).

Dikatakannya, dalam kunjungan tersebut, pihak kementrian meminta agar kelompok budidaya ikan di Bangka Tengah terus dikembangkan dan dibina oleh Dinas Perikanan Bangka Tengah agar terus berkembang di masyarakat.

“Mereka meminta agar air limbah dari kolam bioflok juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya sayur-sayuran,” ucapnya.

Ia menyampaikan, selain melakukan kunjungan ke beberapa kelompok budidaya ikan air tawar dengan sistem bioflok, pihak kementrian juga melakukan sosialisasi asuransi bagi pembudidaya ikan.

“Jadi, asuransi ini ada dua yaitu asuransi nelayan dan asuransi bagi pembudidaya ikan. Untuk asuransi pembudidaya ikan air tawar ini baru ada bagi pembudidaya ikan jenis nila, patin, bandeng dan udang. Dalam kunjungan tadi, kita juga mengusulkan kedepan kementrian pusat dapat menganggarkan program asuransi bagi pembudidaya ikan lele juga,” ungkapnya.

Dituturkan Imam, pihak kementrian secara konsisten melakukan pengembangan budidaya sistem bioflok karena pihak kementrian juga mempunyai program-program yang sifatnya khusus untuk masyarakat.

“Kemarin itu kan program kementrian pusat difokuskan kepada pesantren-pesantren, namun sekarang juga mereka akan menyasar kelompok-kelompok budidaya ikan,” terangnya.

Ia berharap kepada para pembudidaya ikan sistem bioflok terus berlanjut dalam artian usahanya karena budidaya ikan sistem bioflok ini sangat menjanjikan dan layak diterapkan di masyarakat secara luas.

“Nanti juga pengembangan dalam komoditas lain, kelompok bioflok juga akan didorong untuk membudidaya komoditas lain tidak hanya ikan lele saja tetapi seperti bioflok ikan nila, patin dan sebagainya karena di Bangka Belitung belum ada yang mencoba nah kita mendorong agar Bangka Tengah khususnya kelompok budidaya Kencana Sejahtera menjadi pelopor pengembangan bioflok dalam berbagai jenis ikan,” tukasnya. (ran/3).

Related posts