by

KKN UBB Gandeng Pokja Jurnalis Basel Gelar Workshop

Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Bangka Belitung menyerahkan piagam penghargaan kepada Jurnalis Bangka Selatan, disela-sela workshop jurnalistik dengan tema The Power Of Writing Goresan Tinta Mengubah Dunia di Aula Kantor Camat Toboali, Rabu (8/8/2018).(foto: dedi).

 

TOBOALI – Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar workshop jurnalistik dengan tema The Power Of Writing Goresan Tinta Mengubah Dunia di Aula Kantor Camat Toboali, Rabu (8/8/2018).

Workshop yang menghadirkan puluhan pelajar SMA dan pemuda Toboali ini bekerja sama dengan Kelompok Kerja Jurnalis Basel sebagai salah satu narasumber.

“Kita ingin para pelajar ini mengerti teknik menulis yang benar. Kekuatan tulisan itu luar biasa. Kita ingin kekuatan yang luar biasa ini diarahkan kepada hal yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Erry Fahrozi, Ketua Pelaksana Kegiatan KKN Tematik UBB Angkatan VII Tahun 2018.

Sementara itu, Ketua Pokja Jurnalis Basel Dedy Irawan memaparkan kekuatan sebuah tulisan baik berita maupun artikel yang mampu menggiring opini hingga mengubah kebijakan pemerintah.

Sebuah tulisan bahkan mampu menggiring publik hingga akhirnya mengungkap fakta dalam sebuah kasus korupsi. Tak hanya tulisan, lanjutnya, foto jurnalistik pun mempunyai peran yang besar mengungkap fakta dan kebenaran.

“Sebuah foto banjir di salah satu sekolah di Toboali yang diupload dan ditandai di Kementrian Pendidikan Nasional RI langsung mendapat respon yang luar biasa. Kementrian Pendidikan Nasional ketika itu langsung meminta Dinas Pendidikan untuk segera melayangkan proposal untuk merenovasi salah satu sekolah agar tidak banjir kembali,” paparnya.

Selain memaparkan kekuatan sebuah tulisan dan foto, Dedy juga menjelaskan bagaimana memudah siswa dan mahasiswa membuat berita citizen reporter, pers rilis hingga terbit ke media massa.

Sementara itu, anggota Pokja Jurnalis Basel, Anthoni Ramli, menjelaskan, dalam setiap penulisan berita seorang wartawan dibatasi oleh kode etik jurnalistik sehingga tidak sembarangan dalam menulis berita.

“Tidak sembarangan jadi seorang wartawan, bukan seenak-enaknya dalam menulis berita, kita dipagari oleh kode etik jurnalistik karena sekarang ini banyak hoax beredar di masyarakat yang jika tidak kita verifikasi datanya, maka kita akan menjadi korban hoax,” pungkas Anthoni.

Turut hadir pengurus Pokja Jurnalis Basel lainnya Wiwin Suseno, Eko Septianto R, Rawizar Erer, M Yusuf, Martono Abeng yang juga memaparkan cara membuat Pers Rilis. (raw/3)

Comment

BERITA TERBARU