by

Kisah Fakih, Lulusan Cum Laude UBB yang Sempat Jualan Kue Basah

Abdul Fakih berfoto bersama orangtuanya usai wisuda XVII UBB Tahun 2018, bertempat di Convention Hall Novotel Bangka, Kamis (11/10/2018). (foto: istimewa) 

Abdul Fakih merupakan salah satu wisudawan Fakultas Hukum (FH) dengan predikat Cum Laude (Dengan Pujian) dalam Rapat Terbuka Senat dengan Acara Tunggal Wisuda XVII UBB Tahun 2018, bertempat di Convention Hall Novotel Bangka, Kamis (11/10/2018).

Putra ketujuh dari sembilan bersaudara hasil buah cinta pasangan suami-istri (pasutri) Effendi dan Safarina ini lulus dengan IPK 3,74. Nilai tersebut adalah nilai yang tidak mudah didapatkan bila tidak belajar dengan giat dan berdoa, apalagi Jurusan Hukum FH UBB telah terakreditasi B.

Namun disamping giat belajar, Fakih ternyata termasuk mahasiswa yang aktif di berbagai kegiatan dan organisasi kemahasiswaan, baik organisasi intra kampus maupun ekstra kampus seperti HMI.

Mahasiswa yang dulunya pernah berjualan kue di civitas akademika FH ini juga merupakan salah satu pioner komunitas pegiat literasi di Babel yakni Komunitas Aksara Muda (Kosada) dan ia diamanatkan sebagai Koordinator Bidang Jurnalistik.

Diawal semester sampai semester 3, ia bahkan pernah menjajakan dagangan kue basah yang ia beli dari Pasar Pagi setiap pukul tiga dini hari dan kemudian dijual kembali di fakultas tercinta demi tekad hidup mandiri untuk meringankan beban orangtua, kendati masih tergolong dari keluarga yang mampu dalam segi finansial.

Pencapaian yang ia dapatkan juga tak terlepas dari keberkahan karena aktif di pengajian Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sejak kecil hingga saat ini.

Penerima beasiswa berprestasi Bank Indonesia (BI) tahun 2016 ini juga berusaha membagi waktu antara pengajian dengan tugas kuliah secara proporsional agar keduanya dapat dikerjakan dengan baik tanpa mengorbankan salah satunya.

Fakih berprinsip, bahwa aktif berorganisasi dan mengaji tak akan pernah mengganggu prestasi akademik di perkuliahan, justru sebaliknya akan mempermudah untuk mencapai prestasi yang diinginkan.

“Jangan takut berorganisasi, apalagi aktif dalam urusan akhirot, sebab sesuai dengan janji Alloh dalam Alquran, jika kita menolong agama Alloh, maka pasti Alloh akan menolong pada kita,” tutur jurnalis muda salah satu media online ini.

Abdul Fakih

Mendapatkan nilai Cum Laude, tidak membuat Fakih merasa berbesar hati. Karena menurutnya, apa yang telah ia capai saat ini berkat pertolongan Nya dan sebagai bukti nyata bahwa orang yang lebih mementingkan urusan agama dibanding urusan dunia pasti mendapatkan pertolongan-Nya.

“Semua itu tak terlepas dari doa orang tua maupun orang-orang di sekitar juga. Motivasi saya itu bukan untuk mencari nilai Cum Laude, namun orientasi saya hanya untuk mencari ilmu, dan ilmu itu nanti dapat berguna bagi orang lain,” ucapnya.

Hal itu juga yang membuatnya mengkaji skripsi berjudul “Pertanggungjawaban Pidana Perusahaan Media Siber Terhadap Penerapan Pasal 9 Ayat (2) UU 40/1999 Tentang Pers”.

“Semua itu agar ilmu hukum yang saya pelajari selama di bangku kuliah dapat bermanfaat khususnya dalam dunia profesi Jurnalis yang saat ini saya geluti,” ujarnya.

Ia berpesan kepada mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi untuk menikmati setiap proses pembelajaran serta selalu diiringi dengan ‘DUIT’ (Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal) untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Rencana jangka pendek, selain fokus di dunia profesi jurnalis, Fakih berkeinginan terjun ke dunia praktisi hukum dengan menjadi Advokat agar nantinya ilmu hukum yang dipelajari tak sia-sia dan dapat bermanfaat untuk membantu orang lain.(**)

Comment

BERITA TERBARU