Ketua PGRI Anggap Kepsek tak Bijak

  • Whatsapp

Syamsul: Pikirkanlah Anak Didik

MANGGAR – Ketua PGRI Belitung Timur (Beltim), Syamsul Hairun menanggapi soal kisruh mutasi 13 guru di SD Negeri 24 Manggar. Syamsul mengaku mengikuti perkembangan kisruh ini baik di media massa ataupun media sosial.
Menurut Syamsul, kisruh ini harus diselesaikan dengan mediasi para pihak untuk mencari solusi terbaik. Dia memberi catatan bahwa solusi harus mengedepankan kepentingan anak didik. Kisruh ini juga dinilai dapat dijadikan pembelajaran bagi Dindik Beltim.
“Artinya, mutasi itu ya jangan keseluruhan, kasihan dengan siswanya. Semua pihak, pikirkanlah anak didik,” kata dia.
Menurut Syamsul, akar permasalahan timbul gejolak kembali kepada faktor kepemimpinan kepala sekolah. Dia membenarkan ada sejumlah mantan kepala sekolah alias guru senior di sekolah tersebut.
Ditengah suasana tak harmonis di internal SDN 24 Manggar, disitulah dinilai perlunya kebijaksanaan seorang pimpinan kepala sekolah.
“Kalau pemimpinnya bijak, tidak akan pernah terjadi gejolak. Ada reaksi karena ada aksi, ada aksi menyebabkan reaksi. Dalam organisasi kecil seperti sekolah, kepimimpinan itu harus punya team work, tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Timbul gejolak guru karena kepemimpinannya. Kalau bijak terlepas bahwa di sana banyak guru senior, berkoordinasi, tidak akan pernah terjadi gejolak,” beber dia.
Mutasi para guru pun perlu dipertimbangkan masak-masak oleh Dindik Beltim. Persoalan gejolak konflik di SD N 24 Manggar misalnya, menurut Syamsul, harus diselesaikan dengan kebijaksanaan Dindik Beltim.
“Kepemimpinan itu harus bijak dalam hal ini, terutama kepala sekolah, termasuk dinas. Walaupun itu hak prerogatif, ya harus dipertimbangkan dulu dalam mutasi di tengah konflik ini,” katanya.
Dia menyebutkan, sampai sejauh ini PGRI Beltim belum pernah dilibatkan untuk menengahi kisruh mutasi yang berawal dari konflik antara para guru dan kepala sekolah tersebut.
“Dari kedinasan juga tidak memberi tahu kami. Kawan-kawan guru juga tidak pernah melapor kepada kami. Ya kami adem-adem saja, dari pada kami ikut mencampuri urusan mereka. Kecuali mereka sudah melapor kepada kami,” tukasnya ketika ditanya.
Sedangkan Kepala Dindik Beltim Kesuma Jaya menegaskan hingga pukul 14.00 WIB kemarin, pihaknya masih menunggu jalannya rapat lanjutan terkait mutasi massal guru SDN 24 ini. Sebelumnya rapat lanjutan yang menghasilkan keputusan akan digelar kemarin pagi, namun hingga siang baru dilaksanakan.
“Belum jadi rapatnya. Kami tidak tahu, kami juga menunggu rapat itu dari pagi,” kata Kesuma kemarin pagi.
Senada dengan Kepala Dindik Beltim, seorang guru di SD N 24 Manggar pun mengatakan demikian. “Kami juga menunggu, tidak mungkin kami ujug-ujug datang minta rapat,” ujarnya.
Sayangnya Ketua Komisi III DPRD Beltim belum berhasil dikonfirmasi soal rapat lanjutan itu. (mgt/yan/1)

Related posts