Ketua Peradi Perjuangan Keluhkan Tarif Rapid Test di Bangka Belitung

  • Whatsapp
Armansyah. (Foto: Bambang Irawan)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Tarif rapid test yang diduga ditetapkan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (TGTPPC Babel), menuai kritikan.

Seorang advokat yang mengaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Advokat Indonesia (DPD Peradi) Perjuangan Provinsi Babel, Armansyah SS, SH mengatakan, biaya rapid test ini bernilai sangat fantastis. Padahal dana relaksasi untuk penanganan Covid-19 yang dikucurkan pemerintah tak kepalang tanggung, mencapai Rp70 Triliun kepada Dinas Kesehatan di seluruh tanah air.

“Kemarin, saya sudah rapid test di Bandara Depati Amir. Tapi alangkah terkejut dan saya keberatan saking mahalnya biaya rapid test di kita ini, saya disuruh bayar Rp225 ribu,” keluh Armansyah kepada rakyatpos.com, di ruang kerjanya di Kelurahan Opas, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang, Selasa (7/7/2020).

Saking kagetnya, Arman sempat mempertanyakan kepada petugas rapid test di bandara terkait mahalnya biaya yang dibebankan tersebut.

Baca Lainnya

“Kok biaya rapid test ini beda-beda. Kenapa di Sungailiat kok bisa gratis?” tanyanya.

Oleh sebab itu, Ketua Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) DPD Bangka Belitung yang akrab disapa Arman Koboi ini mengharapkan kepada Gubernur Babel Erzaldi Rosman dan Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil untuk segera bertindak terkait mahalnya biaya rapid test ini.

“Saya minta Pak Gub Erzaldi dan Walikota Molen segera menindaklanjuti keluhan saya mengenai mahalnya biaya rapid test di daerah kita ini. Masa’ setiap kali saya mau berangkat harus merogoh gocek untuk biaya rapid test ini dan uang rapid test dikemanakan sih,” tukas Arman. (bis)

Related posts