Ketua dan Bendahara Koperasi PSB, Tersangka

  • Whatsapp

Kasus Dugaan Penggelapan Pajak

TANJUNGPANDAN – Ketua dan Bendahara Koperasi Plasma Sejahtera Bersama (PSB) Desa Selumar Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung, Alzuhri (45) dan Nazir (53) sejak Jumat (30/6) resmi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penggelapan pajak.
Kedua tersangka itu kini telah mendekam di tahanan Polres Belitung. Mereka diduga telah menggelapkan uang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPH).
Uang yang digelapkan dua orang warga Desa Air Selumar tersebut senilai Rp 486 juta. Uang itu, merupakan hasil pembayaran pajak yang diberikan dari salah satu perusahaan sawit yaitu PT Agro Makmur Abadi (PT AMA) kepada koperasi tersebut.
Diketahui, perusahaan kelapa sawit itu sudah sejak lama membayar uang pajak koperasi, yakni terhitung dari Januari hingga Mei 2016 lalu. Namun uang tersebut mereka gelapkan dan perusahaan sawit terpaksa membayar kembali uang tersebut.
“Terjadi pembayaran dua kali di bulan Januari sampai Mei. Tanggal 28 April 2017 kemarin, perusahaan (PT AMA) mengeluarkan lagi uang itu kepada koperasi untuk pembayaran dari Januari hingga Desember 2016,” kata Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Robby Ansyari kepada Rakyat Pos, kemarin.
Menurut AKP Robby Ansyari, pelapor atas kasus tersebut ialah Deli Setiawan (48) yang merupakan perwakilan dari warga Desa Selumar, sekaligus sebagai mantan anggota koperasi PSB.
” PT AMA ini double mengeluarkan uang untuk PPN dan PPH itu. Dugaan uang dari Januari sampai Mei 2016 itu memang digelapkan, tapi kami masih mendalaminya,” ujar Robby Ansyari
Dua orang ini ditahan oleh polisi dengan waktu yang berbeda. Nasir diciduk terlebih dahulu pada Rabu (28/6), sedangkan Alzuhri ditangkap polisi kemarin pagi (3/7/2017) di kediaman masing-masing.
Saat ini, kepolisian telah mengantongi barang bukti (BB) berupa dokumen transfer dan daftar modul penerima negara tentang pembayaran pajak.
“Mereka sudah kami tetapkan tersangka dan sementara kami kenakan pasal 372 KUHPidana. Kami masih terus mendalami kasus ini,” ucapnya.
Alzuhri dan Nasir enggan berkomentar terkait perkara yang menjerat mereka. Rakyat Pos telah berupaya mengkonfirmasi terkait permasalahan yang menyeret kedua tersangka.
“Kami no comment dulu lah,” kata kedua tersangka kompak usai keluar dari ruang penyidik dan kembali ke balik jeruji besi.
Sementara itu, penyidik dalam kasus ini terus mendalami keterlibatan yang lainnya dan tidak menutup kemungkinan akan adanya tersangka yang baru. (yan/6)

Related posts