Ketua BPD Jual Kebun Warga ke PT BML

  • Whatsapp

Pemilik Kebun Karet Lapor Polisi
Andi Bantah dan Sebut Cuma Miss Komunikasi

TOBOALI – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gudang, Kecamatan Simpang Rimba, di Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Andi Irawan harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, Andi dilaporkan Samsul warga desanya sendiri ke Polsek Simpang Rimba lantaran telah menjual kebun karet sebanyak 500 batang ke perusahaan perkebunan kelapa sawit PT BML.

Samsul mengetahui kebun karetnya telah dibeli dan digusur PT BML pada 3 Oktober 2019 lalu. Ketika itu, Samsul langsung menanyakan kepada perwakilan perusahaan di lapangan mengapa kebunnya digusur.

“Saya tidak tahu, tiba tiba kebun saya 500 batang karet sekitar satu hektar sudah digusur. Kemudian saya datangi ke operator mengapa kebun saya digusur, jawaban mereka sudah masuk peta PT BML, dan saya tidak menjual itu, mereka menyuruh saya ke kantor BML,” ungkap Samsul kepada wartawan saat mendatangi Polres Bangka Selatan, Rabu (16/10/2019).

Setelah bertemu dengan staf kantor PT BML, baru akhirnya diketahui bahwa yang menjual kebun Samsul adalah Ketua BPD Desa Gudang, Andi.

“Dan kita bertemu dengan Ketua BPD, dia mengira lahan itu punya Samsul Jelutung, dia bilang bertanggung jawab dan siap mengganti Rp40 juta tanam tumbuh, saya tidak mau. Saya minta satu batang (karet) Rp500 ribu, dan mereka tidak menyanggupi,” papar Samsul.

Ia menambahkan, setelah Andi tak sanggup membayar ganti rugi yang dimintanya, barulah Samsul melapor dugaan penyerobotan dan pengerusakan kebun karetnya itu ke Polsek Simpang Rimba.

“Polsek Simpang Rimba mengajak mediasi saya dengan BPD, tapi saya menolak dan saya tetap meneruskan laporan itu, dan saya sekarang ke Polres Bangka Selatan untuk berkonsultasi masalah tersebut,” tandas Samsul yang didampingi saudaranya Anta Citra di kantor polisi.

Andi Membantah

Terpisah, Ketua BPD Desa Gudang, Andi Irawan membantah telah menjual kebun karet milik Samsul kepada perusahaan kebun sawit. Menurutnya, hal tersebut hanya terjadi miss komunikasi.

“Gak benar kalau dibilang saya yang menjual, hanya miss komunikasi saja. Memang saya akui terjadi kesalahan pembayaran, karena ada dua nama Samsul dan uang saya serahkan ke Samsul lain. Dudah saya panggil bersangkutan dan bersedia diserahkan ke Samsul pemilik lahan,” aku Andi Irawan saat dikonfirmasi wartawan via ponselnya, kemarin.

Ia juga membantah telah menjual lahan orang ke PT BML. Andi berdalih hanya memfasilitasi saja penjualan dan pembelian itu selaku perangkat desa. Namun, dia mengakui, jika pembayaran pembelian lahan dari pihak perusahaan melalui dirinya.

“Memang uang diserahkan ke saya Rp34 juta, tapi saya salah kasih ke Samsul lain. Masalah harga bukan saya yang menentukan, itu urusan perusahaan lah,” elaknya.

Karena itu Andi menyatakan tak terima disebut-sebut sebagai penjual tanah ke pihak perusahaan. Menurut dia, pemilik lahan sebelumnya sudah bersedia menjual kebun karet tersebut ke pihak perusahaan.

“Awalnya Samsul sudah mau jual kok, sudah ngukur, kalau tidak ngukur gak mungkin gak mau jual kan. Saya bingung juga kenapa sampai begini sampai lapor, saya ingin dipertemukan tapi bersangkutan ditelepon gak diangkat,” pungkasnya. (raw/1)

Samsul dan anggota kepolisian melihat kebun karet seluas satu hektar yang telah dirusak oleh PT BML. Diduga Ketua BPD Gudang telah menjual kebun Samsul ke perusahaan perkebunan sawit itu. (Foto: Dedi Irawan)

Related posts