Ketimbang Diterkam Buaya, DPO Kasus Pencurian Ini Lebih Memilih Ditangkap Polisi

  • Whatsapp
Delta Prawira alias Hata (jongkok) saat diamankan Tim Buser Polres Pangkalpinang, Rabu (12/2/2020). (foto: istimewa)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Pelarian Delta Prawira alias Hata (19) yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus pencurian akhirnya berakhir. Dia ditangkap Tim Buser Polres Pangkalpinang di sebuah pabrik bata di kawasan Air Mawar, Kecamatan Bukit Intan, Rabu (12/2/2020).

Ketika hendak ditangkap, Hata sempat berupaya melarikan diri. Namun, pemuda ini mengurungkan niatnya karena dihadapkan dengan sebuah sungai. Dia memilih menyerahkan diri karena takut diterkam buaya.

Muat Lebih

“Saya lebih memilih berhenti dan menyerahkan diri kepada polisi, daripada saya nekat berenang ke sungai dan diterkam buaya,” kata Hata saat ditangkap tim buser yang dipimpin Aiptu Mardi Bule.

Dengan demikian, Hata akhirnya menyusul dua rekannya yang sudah lebih dulu ditangkap yakni Jordi (20) dan Eferliyxa (19). Ketiganya diketahui melakukan pencurian mesin potong besi milik CV Bangka Graha Mandiri pada 22 Januari 2020 lalu.

Ketiga pelaku masuk ke halaman CV Bangka Graha Mandiri dengan cara memanjat pagar pembatas dan mengambil mesin pemotong besi merek Bosch. Dari catatan kriminal pihak kepolisian, Hata merupakan residivis kasus pencurian. Setidaknya dia telah dua kali keluar masuk penjara.

Terpisah, Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang saat dikonfirmasi membenarkan ditangkapnya DPO pelaku pencurian atasnama Delta Prawira alias Hata.

“Sudah ditangkap, pelaku ini merupakan komplotan pencuri, dua pelaku lainya terlebih dahulu ditangkap,” kata Kabag OPS, Kamis (13/2/2020).

Selain mengamankan pelaku, kata Jadiman, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Xeon warna biru putih tanpa plat nomor polisi yang digunakan pelaku untuk mengangkut barang-barang hasil curian.(ist)

Pos terkait