Kesiapan Tuan Rumah Porkesremen dan Jambore Keswa Dicek

  • Whatsapp

SUNGAILIAT- Pekan Olahraga dan Kesenian Rehabilitasi (Porkesremen) dan Jambore Kesehatan Jiwa (Keswa) ke-VII akan dilaksanakan pada 2-5 Oktober 2019 di Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka. Ajang nasional dua tahunan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa (HKJ) ini akan diikuti sedikitnya 400 atlet pasien dan petugas dari 51 Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dari seluruh Indonesia.

Ketua Asosiasi RSJ dan Ketergantungan Obat Indonesia, Bambang Eko Sunaryanto mengatakan dalam Porkesremen 2019 akan melombakan berbagai cabang olahraga, seni dan budaya. Untuk olahraga diantaranya bulu tangkis, catur, tenis meja, voli dan futsal dan untuk cabang seni yakni azan, khutbah, tilawah, menyanyi dan menari.

Hal ini dikatakan Bambang saat meninjau kesiapan tuan rumah Kabupaten Bangka jelang digelarnya dua kegiatan tersebut, Jumat (20/9/2019). Selain meninjau kesiapan tuan rumah, menurutnya kedatangan dia untuk memohon perizinan kepada bupati terhadap kelancaran dan kesuksesan acara.

Dia menjelaskan, acara tersebut juga di maksudkan untuk menggali potensi, minat bakat dari para rehabilitan sehingga bisa mengembangkan keahliannya serta percaya diri untuk menjadi individu yang mandiri di masyarakat.

“Mengurangi stigma di masyarakat dari anggapan negatif masyarakat terhadap gangguan kesehatan jiwa, karena mungkin masih ada gangguan jiwa yang diremehkan atau dikucilkan,” tambah Bambang.

Dia menambahkan, gangguan kesehatan jiwa bisa dididik untuk menjadi manusia yang mandiri serta mampu bersosialisasi seperti masyarakat pada umumnya. “Bahwa gangguan jiwa ini dapat disembuhkan dapat dimandirikan kemudian dapat bersosialisasi untuk menghidupi diri sendiri ataupun keluarganya,” jelasnya.

Bambang berharap kepada seluruh stakeholder agar bersama-sama dalam menanggulangi gangguan kesehatan jiwa yang ada di masyarakat.

“Saya sangat berharap kepada seluruh stakeholder untuk aktif menanggulangi gangguan kesehatan jiwa di masyarakat, serta memberikan lapangan pekerjaan bagi para rehabilitan atau mantan pasien gangguan jiwa,” harapnya. (mla/10)

Related posts