Kesal Merasa Dikambing Hitamkan, Kades Rebo Tantang Aparat Tertibkan TI Apung

  • Whatsapp
TI APUNG – Terlihat puluhan ponton TI apung masih melakukan aktifitas penambangan timah di bibir pantai Desa Rebo Sungailiat. (foto: Rizky)

Bantah Beri Rekomendasi dan Terima Fee

SUNGAILIAT – Pro kontra penambangan laut di perairan Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, telah menimbulkan konflik ditengah-tengah masyarakat setempat.

Bagaimana tidak, disatu sisi warga menolak aktivitas kapal isap produksi (KIP), namun disisi lainnya tetap merestui penambangan TI apung yang masih berlangsung hingga saat ini.

Kepala Desa Rebo, Fendi merasa pihaknya terpojok atas konflik tambang laut di desanya. Apalagi maraknya aktifitas puluhan TI apung di bibir pantai Rebo yang mendapat izin masyarakat setempat membuat pihak desa selalu dijadikan kambing hitam.

Fendi menegaskan, dirinya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi apapun kepada masyarakat untuk menambang di Pantai Rebo.

“Intinya kami dari pihak desa tidak pernah mengeluarkan izin, rekomendasi atau mengambil fee disitu,” katanya.

Lanjut Fendi, karena selama ini pemerintahan desa diam terhadap penambang TI apung di wilayahnya sehingga gampang untuk dikambing hitam dan dituding macam-macam.

Secara kasat mata, instansi terkait termasuk aparat penegak hukum terkesan mendiamkan aktifitas TI rajuk itu.

“Tapi aparat melihat juga, seharusnya kita ini jangan tuduh-menuduh,” ucapnya.
Fendi pun mengajak instansi berwenang dan aparat bersama-sama bertindak menertibkan penambangan TI rajuk di Pantai Rebo. “Kalau memang mau ditertib, yok sama-sama kita tertibkan,” tantangnya.

Ditambahkan Fendi, aparat desa Rebo sebetulnya enggan mempermasalahkan penambangan tersebut asalkan mengantongi izin.

Namun untuk yang tidak mengantongi menambang diminta mengurus izinnya sehingga legalitas penambangannya jelas. “Kalau ada izinnya, silahkan nambang, tapi kalau tidak ada izinnya, ya tertibkan lah,” tambahnya.

Disinggung terkait pasir timah hasil eksploitasi penambangan TI Apung di pantai Rebo siapa yang menampungnya, Fendi mengaku tidak tau.

“Kita tidak tau kemana larinya, apa ke smelter atau kemana kita ngak tau. Soalnya mereka ngak pernah ngasih tau kita,” pungkasnya. (2nd/6)

Related posts