Kesadaran Pemilik Ranmor Uji KIR Masih Rendah

  • Whatsapp

Karena Kurang Pengetahuan Pentingnya KIR

TOBOALI – Tingkat kesadaran pemilik kendaraan bermotor (Ranmor) angkutan penumpang atau kendaraan sewa akan keselamatan dalam berlalu lintas di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) terbilang masih rendah. Pasalnya, saat ini, hanya beberapa kendaraan saja setiap harinya yang melakukan pengujian KIR di UPPT Perhubungan Dinas PUPRPP Basel.

Kepala UPPT Perhubungan Dinas PUPRPP Basel Firlendra menyadari, rendahnya kewajiban pemilik kendaraan untuk ujir KIR, karena kurangnya pengetahuan akan pentingnya KIR. Oleh karena itu, pihaknya akan mencoba melakukan sejumlah pemahaman kepada masyarakat.

“Baik dari teknis, dinas untuk lebih banyak mensosialisasikan. Karena pada umumnya masyarakat kita ini pengetahuannya yang kurang. Mereka berpikir, kami ada duit, beli mobil, bayar pajak sudah itu aja. Kita ingin kedepan sosialisasi, KIR ini sama pentingnya dengan pajak,” ujarnya, Selasa (18/6/2019).

Menurut Firlendra, lebih penting KIR dibandingkan pajak, karena mencakup aspek keselamatan yang seharusnya diutamakan. Di sisi lain, membayar pajak tetap menjadi kewajiban masyarakat sebagai warga negara yang baik.

Ia menyebutkan, sosialisasi uji KIR telah dimulai pihaknya sejak bulan April 2019 kemarin. “Tapi, saat ini, kita baru rencananya akan mendesign banner tentang pentingnya KIR di media seperti facebook. Kalimatnya sedang didesign, untuk di lapangan dengan memasang spanduk, dan tidak dipasang hanya satu tempat. Seperti hari ini, kita ada KIR di Desa Payung, jemput bola, sekalian sosialisasi,” terangnya.

Firlindra berharap, pola sosialisasi yang demikian dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pengujian KIR dan mereka mengetahui bahwasannya di Basel sudah ada tempat uji KIR . Yang awalnya mindset masyarakat persyaratan uji KIR rumit, ternyata tidak dengan diberikan pemahaman.

Ia menambahkan, uji KIR sesuai dengan pasal 48 – 55 UULAJ No 22 tahun 2009 yang dapat dilakukan secara berkala setiap 6 bulan. “Kita harapka melalui uji KIR pemilik kendaraan atau pengemudi lebih patuh UU LAJ, nyaman dalam berkendaraan, kendaraan dalam kondisi layak sebagai jaminan keselamatan,” pungkas Firlendra. (raw/3).

Related posts