by

Kerusakan Lingkungan Tak Terkendali , Banjir akan Tetap Mengintai

Noviar: Di Babar Memang ada PR

PANGKALPINANG- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang PUPR Provinsi Bangka Belitung (Babel) Noviar Ishak mengatakan, banjir yang terjadi di Babel, terutama di Bangka Tengah (Bateng) dan Bangka Barat (Babar) karena adanya perubahan rona lingkungan. Selain itu, pertambangan sedikit banyak memberikan dampak terjadinya banjir.

“Rona lingkungan hidup yang berubah terlalu cepat, pengelolaan lingkungan tidak berjalan dengan baik, beban saluran tidak bisa menampung, saya tidak mau menyalahkan pertambangan, tetapi sedikit banyak itu berdampak, bisa juga pemanfaatan hutan yang tidak tepat, penebangan secara liar dan sebagainya, akibatnya sungai mengalami sedimentasi dan tak mampu menampung air,” kata Noviar kepada wartawan, Senin (12/3/2018).

Dari banjir yang melanda dua kabupaten ini, dia menegaskan, hanya sedikit jalan provinsi yang rusak, selebihnya adalah jalan nasional dan jalan kabupaten. Pihaknya pun, sudah mengupayakan untuk melakukan perbaikan, bahkan memang rencananya diperbaiki tahun ini.

“Di Bangka Tengah jalan provinsi yang rusak ada di Melabun, Sungai Selan, itu memang akan dikerjakan sudah kontrak, tiba-tiba ada musibah ini, jadi akan dikerjakan,” tandasnya.

Sementara di Babar, yang kebanyakan rusak adalah jalan nasional dan jalan kabupaten, yang semuanya sudah dikoordinasikan untuk diperbaiki, termasuk jembatan Kadur yang sudah menjadi dampak banjir tahun lalu.

“Di Babar yang rusak bukan kewenangan provinsi, Air Putih itu kabupaten, Kadur, kewenangan nasional. Di Kadur yang mau dikerjakan tahun ini tapi keduluan diterjang banjir, jembatan itu kan ada dua ruas, yang A dan B, nah di B setengah putus, kemarin sudah hadir dari satker APBN sudah antisipasi, mudah-mudahan salam waktu dekat dibangun dengan dana Rp 3 M lebih,” tuturnya.

Ia menyebutkan, di Babar memang ada PR akibat dampak banjir tahun lalu yang tahun ini akan diperbaiki, namun belum sempat diperbaiki sudah kembali diterjang banjir. “Beberapa infrastruktur akibat banjir tahun lalu sudah ada yang diperbaiki, seperti Jembatan Mayang. Kemudian di Pal 3 akan diperbaiki, di Kretak sudah diperbaiki, Belitung yang menjadi jalan provinsi sudah dikerjakan, yang belum rencananya memang dikerjakan tahun ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, meskipun infrastruktur ini sudah diperbaiki, tetapi kondisi lingkungan masih dimanfaatkan tidak pada tempatnya, maka ia mengkhawatirkan kerusakan infrastruktur tetap akan terjadi.

“Selama kerusakan lingkungan belum terkendali, masih tetap banjir, karena rona lingkungan terlalu cepat berubah, kedepan kita akan koordinasikan agar kondisi lingkungan bisa diperbaiki,” pungkasnya.(nov/10)

Comment

BERITA TERBARU