Kepala BNN RI Bersama DEVIDA Bahas Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika

  • Whatsapp

RAKYATPOS.COM, JAKARTA – Kepala Badan Narkotika Nasional  Republik Indonesia (BNN RI) bersama bilateral dengan Badan Narkotika Peru/National Commision for Development and Life without Drugs –  Comision Nacional para el Desarrollo y Vida sin Drogas (DEVIDA) melakukan pertemuan dalam rangka membahas penguatan kerja sama pemberantasan peredaran gelap narkotika kedua negara.

Read More

Pertemuan bilateral yang dilaksanakan secara virtual tersebut, merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Kepala BNN RI dan Dubes Peru untuk Indonesia H.E. Julio Cardenas beberapa waktu lalu di kediaman Dubes Peru di Jakarta.

Pertemuan bilateral secara virtual itu, dihadiri Kepala BNN RI yang didampingi Sekretaris Utama, Deputi Hukum dan Kerja Sama, Kapuslitdatin, Karo Humpro dan sejumlah pejabat dilingkungan BNN RI.

Sementara itu, perwakilan dari DEVIDA yaitu Mr. Guillermo Betancourt Rivera bersama pejabat dari Kepolisian Nasional Peru hadir untuk memberikan pandangannya tentang isu dan permasalahan narkotika kedua negara.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut, Kepala BNN RI, Drs. Heru Winarko menyampaikan paparannya terkait situasi dan permasalahan narkotika secara global kepada para peserta pertemuan melalui virtual dari ruang Puslitdatin.

“Narkotika menjadi ancaman yang perlu ditanggulangi dengan serius,” tegas Kepala BNN RI dalam rilis yang diterima rakyatpos.com, Kamis (10/9/2020).

Masih dipaparkan Heru, Indonesia bukan hanya negara transit, tapi sudah jadi sasaran peredaran narkotika dan tingkat penyalahgunaannya sudah cukup tinggi.

“Hal ini memberikan dampak yang buruk terhadap ekonomi, kesehatan dan mengancam kelangsungan generasi muda,” paparnya.

Dari sekian banyak narkotika yang beredar di Indonesia, penyalahgunaan narkotika jenis ganja menjadi yang paling dominan, sekitar 65% pecandu  menggunakan ganja.

Selain narkotika yang biasa dikenal seperti sabu dan ganja, ternyata Indonesia juga dihadapkan dengan tantangan besar lainnya, yaitu peredaran narkotika jenis baru atau dikenal dengan nama New Psychoactive Substances (NPS) yang peredarannya mulai mengkhawatirkan.

Oleh karena itulah, BNN RI terus melakukan upaya serius dengan melaksanakan pemberantasan jaringan sindikat narkotika di semua wilayah.

Selain menangkap pelakunya, BNN RI juga menerapkan hukuman tambahan melalui Undang Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) berupa penyitaan seluruh aset-aset pelaku dan bandar hasil dari kejahatan narkotika.

Related posts