Kenali Tim Elit PLN yang Kerja di Tengah Jaringan Tegangan Tinggi

  • Whatsapp
Pegawai PLN Babel saat sedang melakukan pemeliharaan di jaringan tegangan tinggi. (foto : istimewa)

PANGKALPINANG- Listrik, adalah kebutuhan dasar bagi masyarakat, listrik padam sesaat saja, sudah menjadi keluhan bagi masyarakat. Padahal, untuk menjaga listrik nyala 24 jam perlu perjuangan berat. Sebagai perusahaan penyedia listrik, PT PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, yang memiliki jangkauan hingga ke pelosok dan pulau terpencil dituntut untuk selalu tersedia dan andal.

Dibalik semua itu, ada tim elit bentukan PLN UIW Babel, yang bekerja ditengah tegangan listrik yang tinggi ini bekerja dengan risiko tinggi. Betapa tidak, mereka rela naik ke atas tiang listrik yang menjulang tinggi dimana alliran listrik tetap berjalan dan melakukan perbaikan atau perawatan di jaringan tersebut.

“Tim ini dinamai pasukan elit tim pekerjaan dalam keadaan bertegangan (PDKB). Tim ini dapat bekerja melakukan pemeliharaan jaringan listrik meskipun kabel masih dalam keadaan bertegangan atau masih teraliri listrik,” ujar Assistant Manager Komunikasi PLN Babel, Pandhu Kusumawardana dalam rilis yang diterima harian ini, Kamis (8/8/2019).

Kondisi tersebut, menurut dia, memberikan keuntungan ganda baik dari sisi pelanggan maupun dari pihak PLN. Aliran listrik ke rumah pelanggan tidak harus padam meskipun jaringan sedang dipelihara. Sedangkan pihak PLN, dapat meminimalisir potensi kehilangan pendapatan akibat listrik padam.

Tim yang dibentuk sejak tahun 2014 itu diseleksi secara ketat dari pegawai-pegawai yang ada di unit layanan pelanggan. Mereka ditempa dengan diklat dan pelatihan khusus dalam kurun waktu tertentu serta dilakukan secara berkala.

Hingga kini, tim tersebut aktif bekerja memelihara jaringan sepanjang 3.440,74 kms. Pekerjaan dilakukan dengan dua metode, yaitu metode berjarak dan sentuh langsung. Berbagai pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan seperti pemasangan jumper, pemeliharaan arester, penggantian isolator, dan sebagainya.

Satu tim PDKB ini terdiri atas satu orang supervisor, preparator, kepala regu, pengawas K3 dan lineman. Mengingat pekerjaan yang dilakukannya berisiko tinggi, maka peralatan yang digunakannya pun di desain secara khusus.

“Untuk melindungi diri dari risiko sengatan listrik, mereka menggunakan alat pelindung diri (APD) yang juga didesain khusus dan dibekali standard operating procedure (SOP) yang begitu ketat” jelasnya.

Pandhu menambah, saat ini suplai listrik di pulau Bangka sebesar188 MW dengan demand 151 MW, sedangkan di pulau Belitung suplai sebesar 73 MW dengan demand 42 MW. Menyikapi hal tersebut, PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik ke rumah pelanggan.

Ariandi, salah seorang anggota tim PDKB PLN Babel mengaku bangga menjalani profesinya saat ini, meskipun risiko pekerjaan sangat tinggi. “Saya merasa bangga dengan pilihan hidup yang saya jalani ini, karena dapat membantu masyarakat tetap dapat menikmati listrik walau jaringan listrik sedang dipelihara,” tandasnya.

Sudah lima tahun ia bersama-sama dengan timnya memelihara jaringan listrik di Bangka Belitung, sehingga merasakan ikatan kekeluargaan yang begitu kuat, yang mana hal tersebut diakuinya mendukung pekerjaannya. “Karena pekerjaan dilakukan dalam tim, maka rasa kekeluargaan antar personil terasa kental, hal itu sangat mendukung kinerja kami” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa pekerjaannya itu memerlukan tenaga dan konsentrasi yang tinggi. “Karena dilakukan dalam keadaan bertegangan, maka diperlukan tenaga yang kuat dan fokus pada pekerjaan” katanya.

Selain itu, cuaca yang tidak menentu terkadang menjadi kendala bagi petugas ini dalam menyelesaikan tugasnya. “Kendalanya adalah cuaca yang tidak menentu, bila turun hujan maka personil harus turun dari tiang karena PDKB tidak boleh dilakukan pada saat hujan,” tuup Ariadi.(nov/rls/10)

Related posts