Kemerdekaan, Supremasi Politik dan Sinergi Kemajuan

  • Whatsapp

Oleh: Arief Hidayat
Mahasiswa Departemen Politik dan Pemerintahan UGM, tinggal di Air Itam Pangkalpinang, Babel

Marilah kita senantiasa bersyukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, karena pada kesempatan bulan agustus 2019 ini kita dapat memperingati 74 tahun Kemerdekaan bangsa kita tercinta, Indonesia. Rasa syukur ini tentu akan lebih bermakna apabila kita juga mengetuk relung hati kembali untuk mengenang jasa-jasa Pahlawan Kemerdekaan seraya berdo’a agar Tuhan menempatkannya di tempat terbaik dan kita yang ditinggalkan dapat melanjutkan cita-cita kemerdekaan; melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tugas itulah yang menjadi kewajiban kita semua generasi penerus, sebagai penghargaan bagi jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk mewujudkan kemerdekaan bagi kita semua.

Dalam rangka memenuhi janji kemerdekaan, khususnya untuk memberi titik tekan pada diksi mencerdaskan kehidupan bangsa, kita mempercayai bahwa Pendidikan, karakter, moral dan akhlak merupakan salah satu jalan perubahan menuju perbaikan, yakni menuju Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Oleh karenanya, mari kita berupaya melakukan upaya pembenahan bidang ini, dengan cara senantiasa meningkatkan kompetensi, keahlian, keterampilan dan juga perubahan dalam mind set atau cara berfikir sehingga kita mampu eksis dalam pergerakan jaman yang semakin maju, melesat jauh dengan cepat seiring dengan semakin masifnya penetrasi teknologi. Dengan sigap harus kita antisipasi segala kemungkinan yang ada sehingga tujuan peningkatan kualitas diri dan kelembagaan kita tidak hanya sesuai dengan arah cita-cita bangsa, tetapi juga dapat lari dengan cepat mengejar perkembangan zaman.

Seperti diketahui, tahun ini kita memasuki tahun ke-21 era reformasi. Berbagai tatanan baru, mulai dari gaya hidup, tantangan jaman, perubahan pengaruh teknologi yang di luar jangkauan, juga termasuk dalam penyelenggaraan kepemiluan yang terdesentralisasi mewujud menjadi supremasi politik individual, melalui pilkada langsung, serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung. Namun perlu disadari bahwa reformasi secara luas ternyata baru menyentuh perombakan institusional dan belum banyak menghasilkan perubahan paradigma, pola pikir dan budaya kerja, pun dalam sistem kepemiluan kita. Saatnya kita menyudahi transisi yang berkepanjangan ini, dan memasuki era Indonesia yang demokratis, sejahtera, berkeadilan dan bermartabat, dengan dibarengi semangat pembelajaran menuju kemajuan.

Untuk mengimplementasikan amanat program kerja Nawacita Presiden Joko Widodo, maka kita perlu kembali untuk menyesuaikan diri dengan menitiktekankan pada paradigma perubahan yang berkualitas, mulai dari diri sendiri, keluarga, institusi kelembagaan dan seterusnya. Peningkatan kompetensi ini, sudah menjadi muatan wajib sebagai modal dalam mengarungi percepatan problematika yang semakin kompleks dan bahkan cenderung tidak terprediksi sebelumnya.

Peningkatan kapasitas diri dan juga persiapan dalam melakukan mitigasi terkait dengan persoalan kepemiluan perlu mendapat porsi yang layak dan proporsional, karena sebentar lagi daerah kita akan melangsungkan pilkada serentak tahap 3 yang akan dilaksanakan pada tahun 2020, khususnya untuk daerah Kabupaten Bangka tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat dan Belitung Timur. Persiapan yang matang serta pengalaman dalam melaksanakan tugas dalam mengawasi setiap tahapan dalam beberapa pilkada dan pemilu yang lalu, cukuplah menjadi modal dalam meraih kesuksesan dalam mengawal pesta demokrasi pilkada 2020 nanti.

Disamping itu, Presiden telah memberikan arahan agar menggencarkan pembangunan infrastruktur segera diikuti dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai dengan tag line perayaan kemerdekaan ke-74 ini dengan tag line “SDM Unggul Indonesia Maju”. Hal ini juga tertuang dalam empat pilar Visi Indonesia 2045, yaitu: 1) pembangunan SDM dan penguasaan iptek, 2) perkembangan ekonomi berkelanjutan, 3) pemerataan pembangunan, dan 4) ketahanan nasional dan tatakelola pemerintahan. Untuk itu, pembangunan SDM dalam bidang kepemiluan, diarahkan untuk mengantisipasi dua hal. Pertama, menyiapkan SDM agar dapat beradaptasi dan hidup selaras dengan tantangan perkembangan situasi politik secara nasional. Kedua, mendorong utilisasi sumber daya yang ada secara maksimal menuju ke arah kemajuan demokrasi, dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Dalam Pidato Presiden Jokowi di hadapan Sidang Umum MPR 16 Agustus 2019 yang lalu, Penempatan SDM sebagai pilar pertama mempertegas bahwa SDM menjadi faktor yang sangat penting dalam menopang pembangunan suatu negara. Dengan SDM yang memiliki kompetensi serta produktivitas tinggi, maka negara dapat mencapai pertumbuhan optimal dan juga memiliki nilai daya saing yang lebih tinggi. Upaya untuk meningkatkan kualitas SDM harus dilihat dari dua perspektif: manusia sebagai insan yang berkarakter unggul dan manusia sebagai sumber daya pembangunan yang sehat, berpendidikan, dan produktif. Untuk itu terdapat lima karakteristik SDM yang perlu dihasilkan menurut presiden, yaitu: 1) Memiliki karakter kuat; 2) Memiliki multi-kecakapan Abad 21 dan Bersertifikat; 3) Elastis dan Pembelajar Sepanjang Hayat; 4) Inovatif dan Kewirausahaan; 5) Kewargaan Global.

Tahun 2019 ini, kita telah melewati fase krusial dalam alam demokrasi kita yaitu pelaksanaan pemilu serentak nasional. Pemilu serentak ini yang merupakan pagelaran pesta demokrasi yang baru pertama kali dalam sejarah republik Indonesia. Mungkin juga akan menjadi pemilu serentak nasional yang pertama sekaligus juga terakhir. Dengan segenap semangat, sinergi dan disertai dengan rasa tanggung jawab yang besar serta ridho dari Allah SWT, kita telah bersama-sama melewatinya dengan penuh kegembiraan. Kedewasaan dalam pesta demokrasi ini tentu juga menjadi salah satu tanggung jawab yang besar khususnya bagi jajaran pengawas pemilu diseluruh pelosok tanah air. Dengan semangat mensukseskan pemilu yang bermartabat itulah, mari kita juga sambut perayaan kemerdekaan kita yang telah menginjak usia 74 tahun dengan suka cita dan tak lupa marilah kita mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif sesuai dengan amanat para pendiri bangsa yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Semoga Tuhan yang Maha Esa meridoi niat tulus kita dalam berkontribusi untuk mengisi kemerdekaan, dengan berkontribusi melalui pelaksanaan tanggungjawab kita sebagai pengawal demokrasi di tanah air tercinta kita Indonesia.

Selamat Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Marilah terus bersinergi untuk menghadirkan alam demokrasi yang semakin bermartabat sebagai persembahan untuk negara kita Indonesia.(***).

Related posts