by

Kementerian: BUMDes dan Koperasi Belum Bersinergi

foto bersama usai seminar Sinergitas Koperasi dan BUMDes, di Renz Hotel, Kamis (12/4/2018). (foto: Nurul Kurniasih)

70 Persen Desa Miliki BUMDes

PANGKALPINANG- Asisten Deputi Penelitian dan Pengkajian Sumber Daya Koperasi dan UMKM, Kementerian Koperasi dan UMKM, Cristina Agustin mengungkapkan, kondisi di lapangan antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi belum bersinergi untuk meningkatkan perekonomian.

“Sebetulnya kebijakan yang dibuat pusat tujuannya baik, tapi di lapangan belum ada koordinasi yang baik, antara pelaksana BUMDes dan koperasi masyarakat,” katanya usai seminar Sinergitas Koperasi dan BUMDes, di Renz Hotel, Kamis (12/4/2018).

Untuk itu, kata dia, dilakukan sinergitas dan upaya lainnya agar keduanya dapat berjalan berdampingan dan meminimumkan masalah yang terjadi dalam proses pengembangan ekonomi di desa, yang dikembangkan koperasi dan BUMDes.

“Koperasi dan BUMDes bisa berjalan bersama, di beberapa desa juga bisa terjalin koperasi yang baik. Sepanjang para pengurus koperasi dan pengurus BUMDes nya, aparat di desa yang menjalankan roda pemerintahan dapat bersinergi dengan baik dan mindsetnya sama untuk membangun desa,” jelasnya.

Untuk membangun desa, sambungnya tidak bisa sendiri, tetapi harus bergandengan bersama, oleh karenanya diharapkan BUMDes bisa mengakomodir beberapa koperasi yang ada di desa untuk bergerak bersama. “Kalau dari sisi koperasi itu sesuai rapat anggota, kalau BUMDes tergantung musyawarah desa, apakah koperasi menjadi bagian usaha BUMDes, bisa saja,” imbuhnya.

Dia mencontohkan, ada koperasi yang bergerak di bidang tenun, koperasi ini kesulitan untuk pemasaran, maka BUMDes dengan jaringan dan fasilitasnya membantu pemasaran koperasi tersebut.

Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Desa Kementerian Desa, Nugroho Setijo, menyebutkan koperasi dan BUMDes merupakan dua lembaga yang berbeda dan ada beberapa potensi di daerah yang belum tergarap dengan baik, sehingga diharapkannya dengan sinerginya koperasi dan BUMDes dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dirinya mengatakan peluang usaha yang bisa dikembangkan di desa masih sangat banyak, terutama untuk di Babel bisa mengembangkan usaha dibidang pariwisata dan ikutan yang lainnya.

“BUMDes bisa bentuk homestay, atau kerajinan dan yang lainnya. Setiap ada masalah di warga desa itu jadi peluang untuk mengembangkan bisnisnya. Misalnya kekurangan air bersih ini jadi peluang bumdes mengembangkan penyediaan air bersih bagi masyarakat,” ulasnya.

Kepala Bappeda Babel Ferry Insani menambahkan, di Babel sekitar 70 persen desa sudah memiliki BUMDes dan cukup banyak yang berhasil. Kedepan, katanya pemerintah akan terus mendorong BUMDes ini untuk aktif dan bergerak, dan didukung dengan terbentuknya Berkah Mart di setiap desa yang dikelola oleh BUMDes.

“Pemerintah akan terus mendorong, salah satunya dengan pelatihan, kemudian gubernur (Pemprov Babel) juga sudah kerjasama dengan BRI untuk memudahkan dalam menjangkau ke desa,” pungkasnya.(nov/10)

Comment

BERITA TERBARU