Kematian Covid-19 di Babel 1,16 Persen

  • Whatsapp
Juru Bicara GTPPC-19 Babel, Andi Budi Prayitno saat menunjukan data kasus Covid-19 dan jumlah kesembuhan di Babel. Kemarin, tiga pasien Covid-19 asal Kabupaten Belitung sembuh. (Foto: Ist/Nurul Kurniasih)

Belinyu Tambah 1, Bateng Gelar Rapid Gratis

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Tingkat kematian pasien yang terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) hanya 1,16 persen, atau dua orang meninggal dunia dari 172 kasus terkonfirmasi positif.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19) Babel, Andi Budi Prayitno dalam rilisnya yang diterima wartawan, kemarin, Minggu (12/7/2020).

Ia menyebutkan, secara fluktuatif persentase tingkat bebas Covid-19 di Babel masih berada dalam tren yang relatif baik yakni di angka 82,56% dengan tingkat kematian orang terkonfirmasi Covid-19 sangat rendah.

Baca Lainnya

“Namun sejumlah orang yang terpapar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belakangan khususnya dari kasus K-0 (yang notabene merupakan tenaga kesehatan), menunjukkan bahwa transmisi lokal terutama penularan Covid-19 yang bersifat massif tak bisa dianggap sebagai persoalan enteng atau remeh apalagi disepelekan,” sebutnya.

Setidaknya, kata dia, orang yang terpapar Covid-19 dari dan melalui jalur transmisi K-0 mencapai 13 (tiga belas) orang, terdiri dari anggota keluarga maupun rekan kerja yang bersangkutan.

Karena itu, penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 yang termasuk dalam kategori transmisi lokal di awal bulan Juli 2020 tersebut sudah sepatutnya menjadi peringatan dan perhatian bagi semua masyarakat di Provinsi Babel tak terkecuali bagi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota/Kabupaten untuk lebih responsif dan proaktif dalam melakukan pengendalian kasus terutama “skrining” atau deteksi dini terhadap penyebaran Covid-19, seiring dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) menuju tatanan normal baru yang produktif dan aman.

“Untuk hari ini (Minggu-red) tidak ada penambahan kasus positif, tetap bertahan di angka 172 kasus, yang dalam perawatan 28 kasus, dinyatakan sehat/bebas Covid-19 sebanyak 142 kasus, dan meninggal dunia 2 orang,” bebernya.

Sedangkan untuk update OTG ada 3.376, dalam proses pemantauan 468 dan selesai pemantauan sebanyak 2.908 orang. Untuk ODP terdata 1.127, dalam proses pemantauan 33, dan selesai pemantauan 1094 orang. Dan PDP terdata 149 (bertambah 5), dalam proses pengawasan ada 28 orang (bertambah 5), dengan selesai pengawasan sebanyak 121 pasien.

Ia menjelaskan, Virus Corona (SARS-CoV-2) yang bertanggung jawab atas Covid-19 ditularkan antarmanusia melalui kontak langsung, tetesan air liur saat bersin atau batuk, dan kemungkinan terbaru menyebar di udara dalam rentang waktu 8 jam.

“Sebagian besar orang yang terinfeksi Covid-19 menunjukkan gejala. Namun, ada pula orang tanpa gejala (OTG) yang berisiko tinggi menularkan virus ke orang lain atau pembawa asimptomatik,” ulasnya.

Asimptomatik adalah seseorang telah terinfeksi virus tapi tidak merasa sakit atau menunjukkan gejala apa pun. Ini berbeda dari pra-gejala, yang berarti seseorang tidak menunjukkan gejala pada tahap awal penyakit tetapi mengembangkannya nanti.

Bagi seseorang yang tidak menunjukkan gejala atau OTG, waktu antara infeksi dan timbulnya gejala berkisar dari 1-14 hari. Selain berisiko menularkan virus ke orang lain, OTG biasanya pernah melakukan kontak erat dengan kasus positif Covid-19.

Belinyu Tambah 1
Sementara itu, setelah dinyatakan zona hijau, Kecamatan Belinyu kembali masuk pada kategori zona merah dengan terkonfirmasinya 1 orang wanita warga Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka berinisal Nn (59), terinfeksi Covid di hari Sabtu (11/7/2020).

Juru Bicara GTPPC-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra mengatakan, Nn memiliki riwayat batuk yang sejak lama diidap. Dan pada 2 Juli 2020, hasil rapid terhadap Nn reaktif dan dilakukan swab tanggal 6 dan 7 Juli 2020 dengan hasil positif yang diketahui Sabtu (11/7/2020).

“Kabupaten Bangka hari ini menanbah satu pasien positif dari Kecamatan Belinyu. Berinisial Nn (59) dengan memiliki riwayat batuk sejak lama,” jelas Boy.

Menurut dia, Tim Gugus Tugas Kecamatan Belinyu melakukan penyemprotan desinfektan dengan jarak radius 100 meter dari kediaman pasien. Selain itu, tim Dinkes Kabupaten Bangka dan Puskesmas Belinyu melakukan tracking kontak terhadap Nn dan akan dilaksanakan swab serta rapid massal.

Nn saat ini menjalani karantina di gedung BKSDP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dibantu oleh tim PSC 119 RS. Eko Maulana Ali.

Boy menghimbau masyarakat untuk tidak melupakan penerapan protokol kesehatan seperti mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak dan rajin mengkonsumsi makanan bervitamin dan bergizi.

“Mari kita memberikan pandangan positif terhadap pasien Covid 19 atau tidak mengucilkan orang yang positif Covid-19 sehingga imun bisa meningkat dan tingkat kesembuhannya semakin membaik,” ajaknya.

Dengan bertambahnya 1 pasien baru ini, Kabupaten Bangka masih memiliki total 2 orang pasien Covid-19 dari Kecamatan Sungailiat dan Belinyu. Sedangkan Kecamatan Riau Silip dan Bakam hingga saat ini masih dalam kategori zero Covid 19.

Boy juga menambahkan, ada satu orang warga Belinyu yang harus dilakukan pendampingan oleh tim Gugus Tugas lantaran dinilai tidak kooperatif untuk menjalani test swab. Padahl hasil rapid tesnya reaktif.

“Senin ini direncanakan Tim Gugus Tugas Covid 19 akan mengarah ke Belinyu untuk melakukan pendampingan terhadap pasien yang reaktif,” jelasnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat yang diketahui reaktif dalam hasil rapid tes untuk kooperatif menjalani tes swab agar tidak menyusahkan petugas kesehatan.

“Tolong kepada masyarakat untuk kooperatif apabila sudab diketahui reaktif untuk menjalani swab. Jangan menyusahkan petugas kesehatan kita,” imbaunya.

Gratiskan Rapid Test
Terpisah, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberlakukan rapid test secara gratis bagi pelajar dan mahasiswa asal kabupaten itu untuk keperluan melanjutkan pendidikan keluar daerah.

“Beberapa provinsi di Indonesia telah mewajibkan bagi masyarakat luar daerah yang hendak masuk ke daerah lain dengan persyaratan harus mengantongi surat keterangan rapid test bebas Covid-19. Sekarang di Bangka Tengah kita terapkan rapid test secara gratis, silakan manfaatkan momentum ini,” ujar Bupati Bangka Tengah H. Ibnu Saleh kepada wartawan, Minggu (12/07/2020).

Dikatakannya, Pemkab langsung mengambil kebijakan dengan memberikan pelayanan dan memfasilitasi rapid test gratis khusus pelajar dan mahasiswa ini dengan prioritas tujuan belajar ke Yogyakarta, Bandung, Jakarta dan kota besar lainnya.

“Ini tidak boleh luput dari perhatian kita, jadi bagi anak-anak kita yang hendak sekolah dan kuliah di luar daerah yang butuh surat rapid test, silahkan datang ke Puskesmas terdekat. Tidak ada biaya rapid test pelayanan ini digratiskan, jika tidak ada surat keterangan rapid test bebas Covid-19 kasihan anak-anak kita tidak bisa kembali melanjutkan pendidikan diluar Pulau Bangka,” ungkapnya.

Ibnu mengharapkan kepada petugas untuk melayani para pelajar dan mahasiswa dengan baik selama pelaksanaan rapid test, sehingga mereka dapat kembali berangkat menuntut ilmu.

“Surat keterangan hasil rapid test ini sebagai salah satu syarat bagi mereka untuk kembali melanjutkan pendidikan. Jadi, kita punya tanggungjawab yang besar terhadap masa depan dan pendidikan mereka. Apabila ingin mendapatkan surat keterangan rapid test tersebut, maka yang bersangkutan cukup membawa kartu tanda mahasiswa atau pelajar ke Puskesmas terdekat,” tuturnya.

Riski Trinanda, Ketua Umum Rayon (Mahasiswa) Bangka Tengah ISBA Yogyakarta memberikan apresiasi dan atensi setinggi-tingginya atas kebijakan dan kepedulian Bupati Ibnu Saleh yang memberikan rapid tes gratis kepada para pelajar dan mahasiswa Bangka Tengah.

“Alhamdulillah kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan Dinas Kesehatan Bangka Tengah. Saya rasa kebijakan yang sudah diambil oleh bupati ditengah pandemi Covid-19 sudah benar dan selaku Ketua Mahasiswa Bangka Tengah ISBA Yogyakarta akan saya sosialisasikan kepada segenap element mahasiswa dan pelajar Bangka Tengah yang ingin kembali ke luar daerah menempuh pendidikan,” ujarnya kepada Rakyat Pos, kemarin siang.

“Dengan adanya rapid test gratis ini ratusan pelajar dan mahasiswa asal Bangka Tengah yang tersebar di seluruh Indonesia dapat terbantu, terkhusus ini meringankan beban orang tua kami,” sambungnya. (rls/nov/2nd/ran/1)

Related posts