Kemas Bantah Jadi Tersangka Korupsi

  • Whatsapp

Kemas: Kenapa Jadi Menyerempet ke Dirut?
Roy Mengaku belum Dihubungi Kajati

Kemas Danial

PANGKALPINANG – Pernyataan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) dan Humas Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel), Roy Arland yang menyebutkan Direktur Utama Lembaga Pengembangan Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Dirut LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah RI, Dr. Ir. Kemas Danial, MM ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengucuran dana LPDB di Kabupaten Belitung tahun anggaran 2013, ternyata berbuntut panjang.
Pasalnya, Senin siang (3/7/2017), Kemas Danial yang tidak dapat menerima pernyataan dirinya disebut sebagai tersangka, dari Jakarta mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung untuk mengklarifikasi langsung status tersebut. Kemas mengaku menemui Kepala Kejati Bangka Belitung (Kajati Babel) Happy Hadiastuty mempertanyakan penetapan status tersangka yang disampaikan Kasi Penkum dan Humas Kejati itu serta membahasnya selama satu jam.
Setelah bertemu Kajati Babel, Kemas Danial menggelar konfrensi pers untuk mengklarifikasi dan membantah bahwa dirinya sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi kasus pengucuran dana LPDB di Kabupaten Belitung. Dalam klarifikasi sekaligus hak jawabnya itu, Kemas menegaskan Kejati tidak pernah menjelaskan dirinya sebagai tersangka.
“Jadi sekali lagi tentang adanya pemberitaan-pemberitaan yang terkait dengan hal-hal saya yang memutuskan, itu tidak benar. Tidak pernah Kejati menjelaskan adanya tersangka. Hanya pemberitaan itu menjelaskan bahwa tidak tertutup kemungkinan, namanya juga tidak tertutup kemungkinan,” kata Kemas yang melakukan konfrensi pers sendiri di aula Kantor Kejati, Senin (3/7/2017) siang tanpa didampingi Kajati Babel Happy Hadiastuty.
Meski begitu ia menegaskan, tidak menutup kemungkinan penetapan tersangka kasus dugaan LPDB itu hanya suatu bahasa yang kerap digunakan dalam proses hukum.
“Ini kan bahasa hukum, bisa iya bisa tidak. Kan mereka juga lagi dalam tahap bedah kasus, bisa juga terjadi bisa juga tidak. Yang jadi pertanyaan, kenapa jadi menyerempet ke Dirut? Jauh sekali gitu loh. Yang memutuskan anak buah kita dibawah. Oleh karena itulah kami klarifikasikan tentang berita ini tidak benar,” tegasnya.
Mengenai kebijakan memutuskan kredit untuk disalurkan dalam Lembaga Pengembangan Dana Bergulir, menurut Danial sapaan akrab Kemas Danial, itu adalah berdasarkan keputusan forum bersama, dan bukan ditentukan oleh dirinya sendiri.
“Memutuskan kredit ini bukan Dirut, bukan saya yang memutuskan. Saya bagian dari Tim Komite dan yang memutuskan ini adalah Komite. Satu tidak setuju batal gitu loh karena ini one man one vote, jadi satu suara bersama. Kami seperti bank juga,” terangnya.
Sementara Kasi Penkum dan Humas Kejati Babel, Roy Arland saat dihubungi terpisah mengaku dirinya sudah memposting konfirmasi penetapan tersangka Dirut LPDB Kemas Danial dalam grup Whatsapp Wartawan Kejati Babel. Tapi ia mengelak terkait penetapan Kemas Danial sebagai tersangka.
“Ya kan digrup kan sudah dijelasin. Belum ada tersangka, gitu kan. Mudah-mudahan akan ada tersangka, kan gitu. Kan ku bilang tersangkanya masih satu. Tapi, mudah-mudahan dalam waktu dekat ada tersangka lain,” kata Roy via sambungan telepon kemarin.
Lebih lanjut dia menyebutkan, penyidik baru menetapkan satu tersangka dalam kasus itu, yakni Direktur CV Biliton, Suwedi alias Awe dan sudah lama ia sampaikan hal itu di grup WA.
“Ya, kalau itu sih betul karena tersangkanya masih satu. Tersangkanya Suwedi alias Awe. Udah digrup itu. Santai-santai saja,” ujarnya.
Namun Roy mengungkapkan, dirinya belum dihubungi sama sekali oleh Kajati Babel terkait pemberitaan penetapan tersangka Dirut LPDB ini. Ia juga tidak tahu kalau Kemas Danial sudah bertemu Kajati Babel.
“Kalau itu (Danial sudah menghadap Bu Kajati-red), ku dak tahu. Aku masih diluar kota,” tutupnya.
Dalam berita edisi sebelumnya, Kemas Danial yang menjadi bakal calon (balon) Bupati Bangka dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2018 di Kabupaten Bangka, menurut Roy Arlan ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh pihak penyidik Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel).
Kemas ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga terlibat korupsi pengucuran dana LPDB di Kabupaten Belitung tahun anggaran 2013 yang kini tengah disidik tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel).
Pihak penyidik menetapkan Kemas Danial tersangka setelah mendapati, mendalami dan melakukan pengembangan penyidikan berdasarkan keterangan yang disampaikan tersangka pertama LPDB di Belitung yakni Suwidi alias Awe selaku Direktur CV Biliton Makmur.
Hal ini diungkapkan Roy Arland ketika dihubungi Rakyat Pos melalui telepon genggamnya, Minggu (2/7/2017). Menurut Roy, penetapan tersangka ini memang dilakukan usai perayaan Idul Fitri 1438 Hijriyah.
“Untuk penanganan kasus ini, prosesnya masih terus berjalan dan habis lebaran ini kita akan menetapkan tersangka selanjutnya, yakni Direktur Utama LPDB, Dr. Ir. Kemas Danial, MM. Dia juga bakal calon Bupati Bangka,” bebernya.
Roy mengaku, pengusutan kasus korupsi LPDB ini tidak akan berhenti dilakukan penyidik, meski ada gugatan praperadilan yang dilayangkan Direktur CV Biliton Makmur, Suwedi alias Awe tentang sah atau tidaknya penetapan tersangka di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Kabupaten Belitung beberapa pekan kemarin.
Terlebih hasil sidangnya, hakim tunggal Pengadilan Negeri Tanjungpandan dalam putusannya menolak permohonan praperadilan yang diajukan tersangka Awe melalui kuasa hukumnya. Sehingga status Awe sebagai tersangka yang ditetapkan penyidik Kejati Babel sah menurut hukum.
“Kita ikuti saja proses hukum yang sedang berjalan dan bagi kita praperadilan itu yang sudah biasa. Sah-sah saja kalau dia mau menempuh jalur praperadilan,” katanya.
Untuk langkah berikutnya, lanjut Roy, pihak Kejati tetap berupaya untuk menuntaskan proses penyidikan kasus ini.
“Nantilah, kita lihat saja proses berikutnya. Sedangkan untuk tersangka berikutnya bisa bertambah atau hanya itu saja, nanti tergantung perkembangan penyidikan,” tambahnya. (bis/1)

Related posts