Kelola BLUD, Gubernur Erzaldi Boyong Kepsek SMK Belajar ke Surabaya

  • Whatsapp
Gubernur Erzaldi saat berinteraksi dengan Siswa-siswi SMKN 5 Surabaya, Jawa Timur.(foto: nurul).

RAKYAT POS.COM, SURABAYA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, memboyong kepala sekolah SMA dan SMK di provinsi Babel untuk belajar ke Yogyakarta dan Surabaya, dalam penerapan BLUD dan program pendidikan lainnya.

Gubernur menyebutkan, bahwa 33 SMK di Babel harus memiliki Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk meningkatkan kreatif dan wadah pembelajaran bagi siswa sekaligus mengembangkan unit usaha di masing-masing sekolah.

Muat Lebih

“Kami sudah mem-BLUD kan semua SMK, kepengen berlaku adil semua harus jalankan BLUD ini, kepala sekolah harus kreatif mana yang lebih baik, kami bantu permodal dan manajemen,” kata Erzaldi, saat kunjungan ke SMK 5 Surabaya, Selasa (4/1/2020).

BLUD ini tekannya, diterapkan dengan niat mendidik siswa begitu selesai sekolah tidak menganggur, bagaimana me-manage dan melatih anak-anak dan perlu usaha besar agar maksimal.

“Semoga apa yang diakukan ini memberikan manfaat kepada sekolah kami, dan memberikan pelayanan yang baik,” harapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi, mengatakan, di Jatim sebanyak 20 SMK sudah memiliki BLUD dan sudah berjalan, salah satunya yang terbaik ada di SMK Negeri 5 Surabaya.

“BLUD ini, dampaknya sangat positif dan sangat besar, dan di Surabaya banyak yang sudah memiliki BLUD,” sebutnya.

Ia menambahkan, Pemprov Jatim mengalokasikan dana untuk pendidikan sangat besar, mencapai 38,6 persen, dengan harapan bisa mengentaskan kemiskinan.

Kepala Sekolah SMK 5, Heru Mursanyoto menyebutkan SMK 5 menerapkan menjadi BLUD sejak Oktober 2018, dan memiliki banyak unit usaha, seperti sewa gedung, lapangan, dan jasa lainnya.

Meskipun sudah BLUD, namun sekolah ini, tetap menerima dana dari pemerintah, baik dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan lainnya.

“Selain menjual barang juga jual jasa, sehingga menjadi pendapatan, setelah menjadi BLUD kami lebih fleksibel, terutama pengelolaan sekolah,” bebernya.

Yang perlu dipersiapkan, tambahnya adalah peraturan yang menjadi regulasi atau payung hukum, sementara persyaratan BLUD, mulai dari substantif, teknis dan administratif.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Babel, Basir menyebutkan, dalam kunjungan ini 33 kepala sekolah SMK ingin mendalami pengelolaan dan penerapan BLUD di SMK 5 Surabaya.

“Kita tahun ini sudah menjalankan BLUD, dan salah satu SMK di Jatim yang sudah lama menerapkannya adalah SMK 5 ini, makanya kita ingin belajar dari sisi administrasi, pengelolaan, akutansi, keuangan, dan aset berkaitan BLUD sehingga apa yang kita dapatkan akan kita terapkan di 33 SMK yang ditunjuk menerapkan BLUD,” jelasnya.

Selain mengunjungi SMK Negeri 5, para kepala sekolah ini juga belajar di SMK 6 Surabaya, dan studi banding ke Yogyakarta.

“Mudah-mudahan dengan belajar ini, kita siap dalam menerapkan BLUD di sekolah, berharap kedepan SMK bisa mandiri, pengelolaan sekolah lebih mantap dan cepat berkembang,” tandasnya.(nov/3)

Gubernur Erzaldi memberikan sambutan.(foto: nurul)

Pos terkait