Kelebihan Cairan di Otak, Bayi Erlita Bertahan Hidup

  • Whatsapp
Kedua orangtua Erlita, bayi berusia 35 hari yang mengalami kelainan pada bagian kepala di kediaman mertuanya, di Kelurahan Air Mawar Pangkalpinang, Selasa (10/9/2019). (foto: Nurul Kurniasih)

Berharap Bisa Dirawat di Jakarta

PANGKALPINANG – Erlita, bayi yang baru berusia 35 hari, sejak kelahirannya 7 Agustus 2019 lalu, mengalami kelainan pada bagian kepala, dimana dipenuhi cairan dengan tempurung kepala yang tak normal, dan sedikit membesar di bagian kepala, tepatnya diatas mata hingga membentuk benjolan.

Anak kelima pasangan Turut Masitoh dan Jumadil ini divonis dokter tak hanya berusia beberapa bulan saja, meskipun demikian semangat dan tekad orangtuanya agar Erlita tetap hidup dan sembuh begitu besar.

“Awalnya saya kaget, sedih, dan kecewa, saat dengar penjelasan dokter bahwa hidup Erlita tak bisa bertahan lama karena kondisinya ini, tapi saya iklas, saya pasrah, dan terus berjuang agar Erlita tetap hidup dan sehat,” ujar Masitoh, di kediaman mertuanya, jl. Arus Dalam II Kelurahan Air Mawar, Air Mangkok, Pangkalpinang, Selasa (10/9/2019).

Rasa kecewa dan sedih, kata Masitoh ia hapus, dan disembunyikan dari sang bayi, agar Erlita tidak ikut merasakan kesedihan ibunya, agar bayinya kata Masitoh tak rewel, dan tumbuh sehat.

“Buktinya, sekarang ia sudah berusia 34 hari, kondisinya fisiknya sehat, hanya saja karena kelebihan cairan kata dokter, bagian kepalanya tak sesempurna bayi normal, otaknya tak berbentuk, tempurung di bagian atas lemah, walupun di bawahnya ada, artinya Allah memberi kami kesempatan untuk merawat dan membesarkan Erlita,” sambungnya.

Tak ada firasat, kata Masitoh, bahwa anak kelimanya ini mengalami kelainan, meskipun selama masa kehamilan ia terus menerus mengalami mual dan muntah setiap hari selama hampir 9 bulan.

“Kalau mual muntah kan biasa ya, tapi ini setiap hari muntah, saya pikir biasa, tetapi pada usia kehamilan tujuh bulan, saya USG, ternyata ada kelainan,” kenangnya.

Kemudian ia disarankan minum obat untuk janin yang ada di kandungannya, kemudian lewat delapan bulan, ia pun disarankan untuk melahirkan karena kondisi si bayi.

“Melahirkan itu melalui tindakan operasi bedah sesar di RSUP Air Anyir, Erlita sempat masuk ke ruang NICU dan ruang perawatan biasa selama 13 hari, baru diperbolehkan pulang,” tukasnya.

Pada 30 Agustus 2019 kemarin, Erlita mendapat tindakan medis, yakni operasi pada bagian kepala, dan dipasang selang hingga ke lambung, selang ini berfungsi untuk mengurangi cairan di bagian kepala dan diproses melalui proses metabolisme tubuh.

“Ini ada selang, dari kepala sampai ke usus, selang ini katanya untuk mengurangi cairan, saya juga gak tau apa, tapi Alhamdulillah bagian kepala memang sedikit mengecil dibandingkan waktu pertama lahir,” kisahnya, seraya membuka popok bayinya dan menunjukkan selang di dalam tubuh sang bayi.

Bayi Erlita, terlihat sesekali menggerakkan tangan dan kakinya, ia pun gelisah ketika mulai lapar, ibunya pun segera memberikan asupan ASI yang sudah disimpan dalam botol dot, sekilas ia terlihat normal dan menghabiskan susunya.

“Kalau kondisi jantung, lainnya, Alhamdulillah normal, dokter kemarin bilang juga sudah bagus, hanya saja kami khawatir kenapa pada bagian kepala ini, karena kalau mau diambil tindakan, Erlita juga masih bayi,” sebutnya.

Meskipun memiliki BPJS kesehatan, namun bagi Masitoh biaya pengobatan anaknya membutuhkan biaya yang cukup besar, dengan kondisi ekonomi yang hanya kerja serabutan.

“Sebelumnya saya buka usaha Laundry, tapi sekarang berhenti karena melahirkan, suami juga kerja buruh harian, sekarang usaha sambilan lah untuk menghidupi kebutuhan keluarga,” tuturnya

Sementara waktu, mereka tinggal di kediaman ayah Jumadil, di UPT Rumah Potong Hewan Pangkalpinang, mengingat kondisinya paska melahirkan dan kondisi bayi.

Selanjutnya, kata Masitoh, bayinya akan menjalani berbagai perawatan lainnya, dan Senin depan ia akan kembali mengurus rujukan bayinya, untuk tindakan selanjutnya.

“Kalau memang nanti dibolehkan, kami ingin bawa anak kami ke Jakarta, berjuang demi kesembuhannya, semoga Allah memberikan yang terbaik untuk Erlita,” ucapnya lirih.

Bagi dermawan yang ingin membantu Erlita berjuang sembuh, dapat menghubungi ibunda Erlita di nomor
081995677655, atau transfer ke Bank BRI nomor rekening 7141-01-010523-53-4 atas nama Turut Masitoh.(nov)

Related posts