by

KEK di Pulau Bangka Terkendala Lahan

-NEWS-125 views

Jokowi Janji Secepatnya Ditetapkan

PANGKALPINANG- Setelah Presiden RI, Joko Widodo meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, dua KEK yang sudah diusulkan oleh Pemprov Bangka Belitung (Babel) di Pulau Bangka dijanjikan akan secepatnya ditetapkan setelah persoalan lahan yang masih menjadi kendala selesai.

Hal ini diungkapkan Jokowi, ketika berkunjung ke Provinsi Babel, pekan lalu. Ia sudah mempertanyakan perihal KEK ini kepada Menteri Koordinator Perekonomian. “Masih ada urusan pembebasan lahan, secepatnya akan diselesaikan, karena peminat investasi sudah ada,” kata Jokowi.

Dia menegaskan, dengan ditetapkannya daerah menjadi KEK pariwisata ini, pembangunan di daerah akan cepat dilaksanakan oleh investor yang mengembangkan pariwisata. Sehingga nantinya, Indonesia memiliki banyak spot wisata yang bisa dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

KEK Tanjung Kelayang, yang diresmikan oleh presiden ini, dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2016 dan beroperasi 15 Maret 2019, Adapun nilai investasi pembangunan kawasan Rp1,3 triliun, investasi pelaku usaha Rp9 triliun, dengan luas 324,4 hektar, yang rencananya menyerap tenaga kerja 23.644 orang, dan realisasi pada 2017, 216 orang tenaga kerja.

Sementara untuk KEK Tanjung Gunung, dengan luas 385 hektar, investasi tahap pertama Rp 1,5 triliun, dengan total Rp 4,6 triliun. Kawasan ini akan dikembangkan menjadi berbagai fungsi, hotel resort, homestay, apartemen, old town, waterland, watermark, MICE dan lainnya

Sedangkan KEK Pantai Timur Sungailiat, seluas 273 hektar di Kabupaten Bangka dikembangkan menjadi agro wisata, villa dan lainnya.
Dengan ketiga KEK ini, diharapakan pembangunan di Provinsi Babel akan semakin cepat, sehingga nantinya menjadi kawasan pariwisata yang dikenal luas dan memiliki keunikan tersendiri.

“Pariwisata ini serius kami kembangkan, transformasi dari tambang ke timah, yang mulai dikembangkan selain pertanian, kelautan dan perikanan,” tambah Gubernur Babel, Erzaldi Rosman. (nov/6)

Comment

BERITA TERBARU