by

Kejujuran akan Mengalahkan Kecurangan

Oleh: Indah Agita Widyasari
Mahasiswa Fakultas Hukum UBB

Indah Agita Widyasari

Kejujuran merupakan suatu tindakan yang jarang ditemui. Berbanding terbalik dengan yang namanya kecurangan. Saat ini, kecurangan menduduki posisi teratas. Ketika pendidikan menuntut adanya sebuah ujian, maka disitulah peran kecurangan mendominasi dan meracuni pikiran generasi. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kejujuran sebagai suatu yang sangat langka, bahkan hampir hilang di negeri ini. Berbagai cara pun dilakukan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan tanpa harus belajar untuk meraihnya. Terlepas hasil tersebut didapat dengan cara jujur atapun dengan cara curang.

Negeri yang semakin terjatuh dan terperosok dalam tindakan kecurangan yang dilakukan oleh generasi muda. Bukan hanya generasi muda, tetapi para pemimpin pun terkadang secara tidak langsung mengajarkan hal-hal yang erat kaitannya dengan kecurangan. Kejujuran yang seolah-olah tidak berharga lagi dan tidak ada artinya lagi.

Saat ini, siswa SMA/SMK baru saja menjalani beberapa ujian yang menjadi deretan rasa takut ketika dihadapkan dengan lembaran soal. Ujian bukan lagi menjadi hal yang asing bagi siswa. Tidak sedikit mereka harus belajar siang dan malam hanya untuk lulus dalam ujian tersebut. Tetapi, tidak sedikit juga mereka yang menyiapkan berbagai cara untuk mendapatkan hasil yang bagus. Mulai dari menulis rumus-rumus dalam lembaran catatan kecil, bertanya dengan teman sebelah bahkan sampai memberanikan diri untuk membuka buku. Mereka tidak takut lagi dengan yang namanya pengawas, karena bagi mereka lulus dari sekolah tersebut merupakan kebebasan dari yang namanya penderitaan. Begitu juga dengan pemimpin negeri ini, banyaknya kasus korupsi yang semakin merajalela di negeri ini. Semakin banyak aturan yang dibuat semakin banyak cela hukum yang dapat dilakukan. Mulai dari membuat aturan sendiri yang takut untuk diawasi dalam melaksanakan tugasnya sampai dengan mengisi data yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Hal ini seolah-olah bukan lagi menjadi hal yang baru untuk diperbicangkan.

Kejujuran yang tidak lagi tertanam dalam kepribadian setiap orang bahkan dianggap tidak penting lagi dalam mencapai suatu hal yang benar. Besarnya rasa memiliki sesuatu dengan cara yang instan membuat mereka lebih mengedepankan kecurangan daripada kejujuran

Kecurangan yang terus menerus dibentuk dalam kepribadian setiap orang seakan-akan mengalahkan kejujuran itu sendiri. Banyaknya orang-orang yang melakukan hal-hal yang curang lebih dibela, lebih dilindungi bahkan lebih didukung. Berbeda dengan orang yang jujur yang terus ditindas bahkan harus merasakan jeruji besi karena tidak bersalah. Kecurangan yang menempati posisi teratas tidak akan pernah sedikitpun berada di bawah kejujuran.

Pada dasarnya, kecurangan itu lahir dari rasa ketidakpuasaan terhadap suatu hal yang dimiliki yang terus tumbuh dan berkembang dalam kehidupannya. Lebih mengutamakan hasil daripada proses untuk mendapatkan hasil tersebut. Lebih mengutamakan nilai daripada harus mengikuti prosedur yang ada. Prosedur yang sangat sulit untuk dilalui membuat mereka melakukan cara yang praktis. Karena bagi mereka hasil adalah nomor satu.

Kejujuran dan kecurangan merupakan suatu tindakan yang sangat berlawanan. Bagaikan minyak dan air yang tidak akan pernah bersatu. Walaupun kecurangan itu selalu mengalahkan kejujuran, akan tetapi kecurangan itu tidak akan pernah abadi. Karena kecurangan hanya membawa kenikmatan sesaat, tetapi akan menghancurkan selamanya. Berbeda dengan kejujuran, walaupun kejujuran selalu dikalahkan dengan yang namanya kecurangan akan tetapi kejujuran akan membawa kebenaran yang bersifat abadi dalam mencapai suatu hal yang diinginkan.

Banyak hal yang dapat dilakukan dalam mengatasi kecurangan yang sering terjadi dalam masyarakat. Salah satunya adalah meningkatkan pengawasan. Pentingnya pengawasan secara intensif dalam melakukan tindakan pengawasan dalam setiap aspek kehidupan masyarakat. Keluhan selama ini adalah lemahnya sistem pengawasan. Kurangnya peran pemerintah dalam membuat kebijakan terkait pengawasan. Pengawasan itu sendiri dapat dilakukan dengan cara membentuk badan pengawas yang akan bertindak atau turun langsung dalam pembentukan tingkat kesadaran kejujuran dalam masyarakat. Apabila pengawasan itu terus dilakukan dengan sikap yang adil tanpa pandang bulu, maka akan meminimalisirkan tingkat kecurangan.

Di era modern saat ini, kecurangan yang terus meracuni pikiran generasi bangsa akan membuat negeri ini, menjadi hancur jika tidak ditangani dengan cepat. Kita sebagai generasi bangsa hendaknya mengarahkan negeri ini ke arah yang lebih baik dengan cara membenahi diri dalam melakukan segala sesuatu dengan mengutamakan kejujuran. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaikinya, selagi kejujuran itu terus ada dalam setiap langkah kehidupan kita, maka kejujuran akan mengalahkan kecurangan dalam mencapai sebuah kebenaran.(****).

Nama : Indah Agita Widyasari
Tempat, Tanggal Lahir : Toboali, 27 Agustus 1998
Pekerjaan : Mahasiswa
Jurusan : Ilmu Hukum
Fakultas : Hukum Universitas Bangka Belitung

Comment

BERITA TERBARU