Kejati Babel Digugat Praperadilan

  • Whatsapp

Soal Penetapan Tersangka Korupsi LPDB
Roy: Ini Hal Yang Biasa

PANGKALPINANG – Tindakan penyidik Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel) yang menetapkan Direktur CV Biliton Makmur, Suwedi alias Awe sebagai tersangka korupsi Lembaga Pengembangan Dana Bergulir (LPDB) di Kabupaten Belitung tahun anggaran (TA) 2013, mendapat perlawanan dari tersangka.
Melalui kuasa hukumnya, tersangka Awe menggugat Kepala Kejati Babel ke sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Tanjungpandan dengan nomor perkara:
1/Pid.Pra/2017/PN Tdn yang terregister tanggal 22 Mei 2017, tentang sah atau tidaknya penetapan tersangka.
Dalam petitum gugatan praperadilan itu, tersangka Awe mempersoalkan penetapan tersangka terhadap dirinya yang dinilai tidak sah dan cacat hukum. Ia meminta hakim tunggal yang menyidangkan perkara ini menyatakan surat perintah penyidikan Kepala Kejati Babel Nomor: PRINT-62/N.9/Fd.02/2017 tertanggal 8 Febuari 2017 tidak sah dan batal demi hukum.
Selain itu meminta hakim menyatakan surat penetapan tersangka atas nama Suwendi alias Awe Nomor: PRINT-288/N.9/Fd.1/05/2017 Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung tertanggal 10 Mei 2017, tidak sah. Dan menyatakan penyitaan barang bukti milik Awe tidak sah dan tidak mempunyai hukum mengikat dikarenakan tidak berdasarkan penetapan pengadilan.
Tersangka Awe juga meminta Kajati Babel mengembalikan barang bukti/dokumen miliknya berupa SIUP Nomor: 032/Siup.M/Kptsp/2013, SITU Besar Nomor: 084/Situ.B/Dg/ Kptsp/2013, Persetujuan Perubahan Data SITU Besar Data Lama Suwidi Dan Data Baru Cv. Biliton Makmur, TDP, TDG, satu bundel buku-buku dan Nota Penjualan CV. Biliton Makmur.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) dan Humas Kejati Babel, Roy Arland tak menampik bahwa Kajati Babel digugat praperadilan oleh tersangka korupsi ini.
“Untuk kasus LPDB, kini dipraperadilankan. Ini merupakan hal yang biasa bagi kami kalau dipraperadilankan,” kata Roy kepada Rakyat Pos, Kamis (15/6/2017).
Dalam kasus LPDB itu, sambungnya, memang penyidik Pidsus baru menetapkan satu tersangka, yakni Suwedi alias Awe selaku Direktur CV Biliton Makmur.
“Baru satu tersangkanya, belum ada penambahan tersangka baru. Kan (praperadilan) baru sidang perdana yang digelar PN Belitung. Kemarin sidangnya,” akunya.
Ditegaskan Kasipenkum, meski tengah digugat praperadilan oleh Awe, pihaknya hingga kini masih terus melakukan pengembangan dan menyidik kasus tersebut guna mencari tersangka berikutnya untuk ditetapkan.
“Kasus ini masih terus dikembangkan,” tutupnya.
Seperti diketahui, Suwedi alias Awe ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Rutan Lapas Cerucuk, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Rabu (10/5/2017) silam, setelah diperiksa terkait proyek Lembaga Pengembangan Dana Bergulir (LPDB) di Kabupaten Belitung tahun anggaran (TA) 2013.
Suwedi diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum korupsi LPDB yang merugikan negara sebesar Rp2 miliar. Penanganan perkara korupsi ini sudah mulai disidik pihak Kejati Babel sejak beberapa waktu lalu.
Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Awe diperiksa oleh jaksa penyidik selama kurang lebih 7 jam dan langsung ditahan penyidik. Dalam pemeriksaan itu, Awe sempat melakukan penandatangan berita acara pemeriksaan dan penahanan. Kemudian, didampingi kuasa hukumnya, tersangka langsung dibawa ke rutan guna dilakukan penahanan. (bis/1)

Related posts