Kejari Sita Dokumen Perjalanan Dinas Dewan

  • Whatsapp

SPPD Fiktip 13 Dewan

Dalam pengembangan kasus tipikor lainnya, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pangkalpinang kembali memanggil sejumlah anggota DPRD guna mengusut sejauh mana keterlibatannya pada kasus dugaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Fiktif yang melibatkan 13 orang legislator tersebut.
Senin (02/08/2017) kemarin, 3 wakil rakyat Pangkalpinang menjalani pemeriksaan Jaksa, setelah melakukan pemeriksaan terhadap belasan saksi, baik itu anggota DPRD maupun staff sekretariat. Ketiganya yakni Jumdianto, Amir Rachman dan Zainuri.
Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengungkap siapa saja anggota DPRD Kota Pangkalpinang yang terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut.
Kasi Intel Kejari Pangkalpinang, Hendi Ariffin mengatakan pihaknya sudah memanggil beberapa Anggota Dewan. 3 Dewan yang saat ini sedang diperiksa juga masih dalam status saksi.
“Hari ini (kemarin-red) kita melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, mereka ini kita periksa masih sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi SPPD. Mereka diperiksa kurang lebih lebih sekitar 4 jam dan diajukan sekitar 15 pertanyaan,” ungkap Hendi kepada wartawan.
Dia mengatakan Penyidik Pidsus Kejari telah menyita seluruh dokumen yang berhubungan dengan kasus dugaan SPPD fiktif Anggota DPRD.
“Untuk barang detail barang bukti yang telah kita amankan belum bisa saya publish, namun seluruh dokumen yang berhubungan dengan kasus dugaan korupsi ini sudah kami sita,” sebutnya.
Sementara itu salah satu Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Jumdianto usai diperiksa enggan memberikan komentar begitu banyak. Pria yang biasa disapa Haji Yanto tersebut lebih memilih tak berkomentar.
“Saya dipanggil hari ini untuk diperiksa sebagai saksi saja. Untuk lebih jelas rekan rekan bisa tanyakan langsung kepada penyidik Pidsus,” ucapnya. (bis/bum/6)

Related posts