Kejari Musnahkan Barang Hasil Kejahatan Senilai 1 Miliar

  • Whatsapp
Bupati Belitung, Kapolres Belitung, Kajari Belitung, Wakil Ketua PN, BPOM dan Kadis Dinkes Kabupaten Belitung saat memusnakan barang bukti narkotika dihalaman Kejari Belitung.(foto: dodi).

Rampasan Kasus Ditangani Polres & Kejati Babel

TANJUNGPANDAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung memusnahkan Sejumlah barang bukti hasil kejahatan di Belitung senilai Rp1 miliar. Pemusnahan ini dilaksanakan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Belitung, Jumat (12/07/2019).

Proses pemusnahan disaksikan langsung oleh Bupati Belitung, Sahani Saleh, Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Himelda Sidabalok.

Kepala Kejaksaan Negeri Belitung, Ali Nurudin mengatakan, pemusnahan barang bukti ini merupakan rampasan dari 12 kasus yang ditangani Polres Belitung dan Kejati Babel. Setelah itu dilimpahkan ke Kejaksaan dan disidangkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpandan.

Dijelaskan Ali, dari 12 kasus, lima diantaranya merupakan perkara narkoba yang sudah vonis dan memiliki kekuatan hukum tetap. Sedangkan sisanya dari berbagai kasus. Diantaranya minuman beralkohol, obat-obatan yang tidak memiliki izin seperti obat kuat, asam urat, minuman air kemasan gelas, botol dan juga galon beserta kosmetik. Serta senjata api yang diamankan dari oknum lapas yang terjerat kasus penyalagunaan narkotika.

“Barang bukti ini merupakan hasil kejahatan di Kabupaten Belitung terhitung Bulan Mei 2018 hingga Juni 2019. Daripada menumpuk, makanya kita musnahkan,” kata Ali Nuridin kepada Rakyat Pos, usai pemusnahan barang bukti, kemarin.

Dari beberapa pemusnahan barang bukti ini, yang menyita perhatian saat menghancurkan senjata api. Sebab, ada beberapa trik dan tidak sembarangan orang bisa untuk menghancurkannya.

“Maka dari itu, kita datangkan beberapa personil dari Brimob (Tagana). Hal itu dilakukan agar pemusnahan berjalan lancar. Dan juga disaksikan langsung, oleh Buser Polres Belitung,” pungkasnya.

Bupati Belitung Sahani Saleh mengapresiasi adanya kegiatan pemusnahan ini. Dia melihat, dari barang bukti yang dimusnahkan kebanyakan dari kasus narkoba. Hal itu menandakan Belitung masih bisa dimasuki penguna narkoba.

“Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas pelaku penyalagunaan narkoba. Bila perlu hukum seberat-beratnya. Tidak ada ampun bagi narkoba. Sebab merusak generasi bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, adanya kegiatan ini benar-benar menjadi momok bagi Kepolisian juga Kejaksaan. Apalagi tiap tahun barang bukti semakin banyak. Tentunya membuat gudang menjadi overload.

Mencegah terjadinya overload pada saat penyidikan, dirinya menyarankan kepada pihak Kejaksaan untuk melelang barang bukti yang bisa dijual pada tahap penyidikan. Seperti kendaraan maupun handhpone.

“Nanti uang dari hasil lelang langsung disetorkan ke negara. Overload BB tidak hanya dialami Kejaksaan saja, juga di Polres Belitung. Khususnya barang bukti kecelakaan lalu lintas,” imbuhnya. (dodi/3)

Related posts