Kejari Basel Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi Makan Minum

  • Whatsapp
Kajari Basel Safrianto Zuriat Putra didampingi Kasi Pidsus Mgs Rudy Apriansyah dan Kasi Intel Dody Purba dalam konferensi pers, Rabu (18/9/2019) di Kantor Kejari Basel. (foto: Dedy Irawan)

TOBOALI– Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) makan minum Setda Basel tahun anggaran 2017. Pada Kamis 5 September lalu secara resmi Kejari Basel telah menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), YW (39) sebagai tersangka.

Demikian dikatakan Kajari Basel Safrianto Zuriat Putra didampingi Kasi Pidsus Mgs Rudy Apriansyah dan Kasi Intel Dody Purba dalam konferensi pers, Rabu (18/9/2019) di Kantor Kejari Basel.

Menurut dia, YW ditetapkan tersangka sebagai pengendali kegiatan dan mengetahui serta menerima aliran dana Rp 50 juta dalam penyimpangan yang terjadi pada anggaran mamin senilai Rp 3,9 miliar dengan kerugian negara Rp 1,6 miliar.

“Kita ingin meluruskan informasi yang simpang siur di luar sana. Kejari telah mendapatkan bukti baru dan telah menetapkan PPK, YW sebagai tersangka, ” ujar Safrianto.

Untuk tersangka YW, Jaksa Penyidik Kejari Basel, menurutnya akan memeriksa 19 saksi. “Saat ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut dan tersangka masih belum dilakukan penahanan,” jelasnya.

Di sisi lain, Safrianto menjelaskan uang yang diterima dua saksi pada kasus sebelumnya adalah hak makan minum rumah dinas. Keduanya tidak mengetahui jika anggaran mamin tersebut tidak ada dan telah diselewengkan oleh ketiga narapidana sebelumnya Suwandi, Endang dan Yusuf.

“Pada RAPBD tahun 2017, anggaran mamin rumah dinas itu ada, tetapi setelah ABPD disahkan anggaran mamin itu hilang, sehingga oleh Suwandi, Endang dan Yusuf anggaran mamin yang diselewengkan melalui anggaran mamin rapat, mamin tamu dan mamin pegawai, sehingga uang yang diterima tersebut wajib dikembalikan dan dalam hal ini sudah ada pengembalian BB inkrah kerugian negara sebesar Rp 898 Jjuta dan disetor ke kas daerah,” pungkasnya. (raw)

Related posts