by

Kecewa Jalan tak Kunjung Diaspal, Warga Tanam Pohon Tengah Jalan

-NEWS-78 views
JALAN RUSAK- Warga desa Rebo Sungailiat menanam pohon kelapa dan pisang di tengah jalan utama yang belum diaspal dan berlubang sejak tahun 2013. Aksi kemarin dilakukan sebagai protes dan kekecewaan terhadap kurangnya perhatian dari Pemda Bangka. (foto: Cepenx Sunanti)

Akui Aksi Bentuk Protes
Sejak 2013 tak Tersentuh Perbaikan

SUNGAILIAT – Sebagai bentuk kekecewaan dan protes kepada Bupati dan Pemda Bangka, warga desa Rebo, Sungailiat yang kesal menanam pohon kelapa dan pisang di tengah akses jalan utama yang belum diaspal dan berlubang, Kamis (7/12/2017).
Salah satu warga setempat, Yosis (42), mengatakan aksi tersebut dilakukan warga atas bentuk kekecewaan mereka terhadap pemerintah yang tak jua melakukan pengaspalan terhadap jalan Rebo lama yang merupakan jalan kabupaten.
“Jalan ini dulunya dibangun tahun 2013 dan sempat ditimbun menggunakan tanah puru. Setelah itu, tidak ada kontrol dari pemerintah daerah ini sampai dengan sekarang,” kata Yosis.
Padahal, menurutnya lagi, jalan Rebo lama ini kerap digunakan oleh masyarakat Kenanga, Kimak,Jurung, Karang Panjang menuju bagan perairan Rebo.
Dengan kondisi jalan yang rusak saat ini, tidak sedikit warga yang melintas terjatuh walaupun belum ada korban jiwa.
“Kalau yang jatuh ada orang tiga, kondisinya ada yang patah tangan dan yang lainnya luka-luka,” ujarnya.
Dia berharap, melalui aksi yang dilakukan warga RT 03 Rebo, pemerintah daerah lebih perduli dan mau melakukan pengaspalan untuk kepentingan hajat hidup orang banyak.
“Kok jalan baru diaspal, jalan lama cuma gini-gini aja. Cepat diaspal diperbaiki lah. Ini kita tanam kelapa, pisau sebagai bentuk protes. Karena kemarin dibilang pertengahan tahun, abis tuh akhir tahun tapi sampai sekarang belum juga,” cetusnya.
Sementara, Ketua RT III Dusun Rebo, Rudi Salim (33) menambahkan, kondisi jalan Rebo lama ini dinilai cukup parah.
Mirisnya, pengajuan agar dilakukan pengaspalan ke pemerintah daerah tak jua ditanggapi hingga saat ini.
“Ini jalan hidup pak, orang-orang nelayan lewat sini ke Pantai Rebo, ada Kelurahan Kenanga, Karang Panjang, Tanjung Ratu, Jurung lewat sini semua,” katanya.
Kades Rebo, Fendi saat dikonfirmasi hal tersebut membenarkan adanya keluhan warga terkait jalan rusak di dusun Rebo lama yang hingga kini tak jua dilakukan pengaspalan.
Menurut dia, untuk jalan Rebo lama ini hanya sekali diperhatikan oleh pemerintah daerah ini tepatnya tahun 2013 lalu. Setelah itu,jalan sepanjang 1,6 KM tersebut tak pernah mendapat perhatian dari pemerintah.
Setiap tahun, aparat desa setempat terus melakukan pengajuan saat Musrenbang dan mengirimkan surat tertulis ke Dinas PU Kabupaten Bangka.
“Cuma belum ada respon. Hari ini warga melakukan protes ke pemerintah, termasuk ke kami juga mereka protes. Kita sebagai kades dianggap kinerjanya gimana, kita jelaskan ini jalan kabupaten,” jelasnya.
Dalam hal ini, tuntutan masyarakat bukan tanpa alasan karena telah membayar pajak ke pemerintah.
Untuk itu setelah memenuhi kewajiban, masyarakat pun menuntut haknya kepada pemerintah seperti pengaspalan jalan agar direalisasikan berikut penerangan lampu jalan.
“Jalan ini diminta diaspal untuk pemerataan pembangunan di Kabupaten Bangka, khususnya di Desa Rebo,” tutupnya. (2nd/6)

Comment

BERITA TERBARU