Kecerdasan HA di Masa Depan Terhadap Penyakit

  • Whatsapp

Oleh: Deddy Kurniawan, S.Kom
Pendidik SMK Negeri 1 Kelapa, Kabupaten Bangka Barat

Sebagai seorang lulusan ilmu terapan berbasis komputer, Penulis berpikir bagaimana teknologi masa depan melindungi manusia dari penularan penyakit?
Patut untuk diketahui bersama, teknologi sampai hari ini belum berada pada puncaknya. Pada tahun-tahun mendatang, kita akan tetap dikejutkan dengan inovasi teknologi yang begitu mengagumkan. Buktinya video call atau panggilan telepon dimana penelpon dan penerima telepon bisa saling memandang wajah dalam melakukan komunikasi, dulunya hanya merupakan suatu mimpi atau angan-angan belaka. Namun lihatlah sekarang, video call bukan merupakan sebuah teknologi mewah, siapa saja asal memiliki smartphone dan paket data bisa melalukan video call ke seluruh dunia.

Akan ada cerita, di masa depan tentang teknologi computer programming yang mampu melindungi manusia dari penularan penyakit berdasarkan algoritma artificial intelegence, robotics, dan data analytics (big data).

Pagi hari tahun 2439, chip yang tertempel di pergelangan tangan kiri Penulis dan tersambung dengan perangkat smartphone Penulis menggabarkan bahwa beberapa orang disekitar Penulis terjangkit demam berdarah. Untuk menghindari agar tidak terkena penyakit demam berdarah dari orang-orang di sekitar, Algortima kesehatan berupa Health Algorithm (HA) yang tertanam pada pergelangan tangan Penulis segera bekerja mengupayakan proteksi internal dari penyakit demam berdarah.

HA segera mengkalkulasi data genetik keluarga Penulis yang dikumpulkan selama 10 generasi dan diunggah menjadi basis. HA mendapatkan data pada bulan yang sama bibi Penulis di tahun 2049 mengalami demam berdarah, dan 30 tahun sebelumnya di bulan yang sama pula yaitu tahun 2019, ayah Penulis pernah terjangkit demam berdarah juga. Kemudian HA menghitung berdasarkan basis data, probabilitas sakit demam berdarah anggota keluarga termasuk Penulis pada bulan ini, cukup besar dan pada bulan lainnya sangat kecil.

Selanjutnya, HA melakukan kalkulasi data biometrik dari fitness tracker data kesehatan Penulis, mulai dari tekanan darah, detak jantung, asupan kalori dan kalori yang dibuang, pola tidur, tingkat stress, data pola makan dan apa saja yang Penulis makan selama 1 bulan ke belakang juga diolah HA. Dan HA memberikan hasil bahwa hari ini Penulis memiliki stamina dan daya tahan tubuh terhadap cuaca cukup bagus, yang baik. Konklusinya dari faktor internal, Penulis tidak memiliki peluang untuk mengidap penyakit demam berdarah.

HA kemudian mengolah data sekunder yaitu data ribuan orang yang bertempat tingal di sini yang diduga memiliki peluang yang besar untuk menularkan penyakit demam berdarah ke Penulis. HA lekas mengkalkulasi frekuensi dan jumlah yang terjangkit penyakit demam berdarah 50 tahun ke belakang, kemudian HA juga melakukan pengolahan data kesehatan publik yang dengan memanfaatkan basis data kependudukan yang dipunyai pemerintah. HA juga melakukan validasi kondisi cuaca 1 bulan ke belakang dan memprediksi kondisi cuaca 1 bulan ke depan dari sekumpulan data metereologis dan geofisika milik pemerintah. Cuaca yang cenderung pancaroba selama 1 minggu dari sekarang ditautkan dengan data pengidap demam berdarah 20 tahun kebelakang. Kalkulsi cuaca dan pengidap demam berdarah 20 tahun kebelakang menyatakan hasil bahwa 50% Penulis berpeluang terkena demam berdarah.

HA kemudian mengolah seluruh data primer maupun sekunder untuk mengupayakan agar Penulis tidak sampai terkena penyakit demam berdarah. HA mengotomatisasi voice notification pada seluruh smart device di rumah Penulis sebagai alert agar Penulis mengikuti apa yang diperintahkan voice notification tersebut. Ketika Penulis membuka kulkas dan mengambil minuman bersoda, HA bekerja melihat isi kulkas Penulis dan meneruskan algoritmanya ke voice notification, selanjutnya dengan suara asli manusia voice notification mengatakan bahwa Penulis harus meminum air kelapa bukan minuman bersoda, agar tidak terkena demam berdarah.

Ketika Penulis hendak memasak dan membuka vegetable pocket dalam kulkas, voice notification mengatakan untuk mengambil sayur daun pepaya, tomat, dan wortel untuk dimasak. HA pun segera memberikan jalur baru begitu Penulis menghidupkan mobil hendak pergi bekerja. Jalur baru ini akan menjauhkan Penulis dari udara yang mengandung virus demam berdarah, tidak melewati restoran junk food, dan jus yang dijual di pinggir jalan.

HA juga mengoptimalkan kesehatan psikis Penulis untuk menunjang kekebalan terhadap penularan penyakit demam berdarah. Ketika Penulis membuka smartphone Penulis, HA segera merubah algoritma jejaring sosial yang Penulis buka. Posting-posting yang dikalkulasi HA berpeluang menginsunuasi demam berdarah seperti posting bernuansa keabu-abuan dan kecoklatan, foto banjir, posting berbau demam berdarah atau sakit lain yang berkaitan dengan demam berdarah, dan lain-lain seketika disembunyikan HA kendatipun itu merupakan posting dari anggota keluarga atau sahabat.

Sebaliknya, HA segera menampilkan linimasa jejaring sosial Penulis dengan semua nuansa segar nan cerah, seperti menampilkan posting kebahagiaan, foto semua orang yang berlatar ceria layaknya foto musim panas, semua orang yang berfoto dengan makanan sehat, orang-orang yang berfoto ditempat fitnes, dan lain-lain agar Penulis merasa semua orang diluar sana selalu sehat seperti Penulis.

Namun, HA tidak bekerja sampai di situ saja, HA juga melakukan langkah-langkah antispasi jikalau Penulis terkena penyakit demam berdarah, HA sudah menyiapkan dokter dan klinik pilihan untuk berobat dari review puluhan juta data pasien disekitar Penulis yang berobat karena penyakit demam berdarah. Emergency call pada smartphone Penulis pun telah di setting HA menyimpan nomor kontak dokter tersebut, bahkan HA sudah melakukan voice recognition suara Penulis pada smartpone yang otomatis menelepon dokter yang bersangkutan jika Penulis tidak bisa bangun dari tempat tidur karena penyakit demam berdarah.

Segera setelah dokter meresepkan obat dan membuat surat keterangan sakit, HA langsung melakukan scanning surat keterangan sakit dan mengirimkan ke email tempat Penulis bekerja disertai dengan surat telah Penulis tandatangani yang berada di basis data pribadi Penulis. HA juga akan melakukan perhitungan estimasi suhu dalam rumah dan mengaktifkan AC untuk mengubah suhu dalam rumah menjadi suhu yang ideal untuk penyembuhan penyakit demam berdarah. HA juga mengubah mode AC menjadi mode dehumidify agar udara yang dihasilkan sehat dan membunuh virus demam berdarah yang berseliweran di dalam rumah. Kemudian HA akan meredupkan lampu agar Penulis tertidur dan melakukan otomatisasi penguncian pintu serta jendela rumah ketika Penulis sudah tertidur.

Semua kecerdasan yang dilakukan HA di atas hanya dilakukannya dalam sekejap mata. Tepat beberapa detik sebelum Penulis melakukannya. Hari ini mungkin itu semua terasa seperti cerita dongeng pengantar tidur, namun di masa depan ini merupakan suatu hal yang biasa saja. (***).

Related posts