Kecamatan Simpang Rimba Tampilkan Ngarak Ketupat Gong

  • Whatsapp

Simbol Syukur Kepada Allah SWT

Muat Lebih

Kecamatan Simpang Rimba menggelar Napak Tilas Ngarak Ketupat Gong pada peringatan Hari Jadi Bangka Selatan ke-14. Hampir seribu warga dari tujuh desa mengikuti napak tilas diantaranya terdapat sesepuh adat membawa Ketupat Gong menuju puncak Bukit Nenek Desa Gudang.

Camat Simpang Rimba, Doni, SIP, MSi mengungkapkan Ngarak Ketupat Gong ini merupakan upacara adat yang diisi dengan Zikir dan Doa sebagai lambang rasa syukur manusia kepada Alloh SWT. Ia berharap Ngarak Ketupat Gong ini menjadi sarana untuk mengenalkan bahwa Kecamatan Simpang Rimba memiliki sebuah tradisi sebagai ikon kecamatan.

Selain Ngarak Ketupat Gong, Kecamatan Simpang Rimba juga menggelar berbagai kegiatan diantaranya, Simpang Rimba Sehat 2017, Sedekah Bumi, Gedang Dzikir, Hikuk Helawang, Pantun Petuah Lame serta Sunatan Massal.

“Melalui kegiatan ini kita harapkan dapat mengangkat sektor pariwisata Bangka Selatan juga menjadi ikon wisata, tradisi Kecamatan Simpang Rimba ini akan ditampilkan pula ada acara Toboali City On Fire,” ujar Doni.

Di sisi lain, Doni mengajak seluruh elemen masyarakat Kecamatan Simpang Rimba untuk terus besinergi mendukung Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Basel, Mandiri, Maju, Sejahtera dan Berdaya Saing.

Sementara itu, Wakil Bupati Basel Riza Herdavid mengungkapkan di Hari Jadi Basel ke-14 ini, Basel sudah banyak kemajuan mulai dari peringkat 163, Opini WDP, Piala WTN serta TCOF yang sudah diagendakan dalam kalender nasional oleh Kementrian Pariwisata.

“Saya mengajak seluruh kecamatan untuk berpartisipasi dalam TCOF pada Juli nanti, Simpang Rimba akan dikembangkan pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, ayo terus menanam lada, dan Bukit Nenek harap dijaga kelestariannya jadikan sebagai tempat agro wisata, kita juga akan membangun Jalan Lintas Barat, Tanggul penanggulangan bajir serta kita harapkan Puskesmas Simpang Rimba dapat menjadi RS Pratama serta SMAN 1 Simpang Rimba yang menjadi Juara Umum Tinju se-Babel harus menjadi perhatian kita untuk dilakukan pembinaan,” pungkas Riza. (raw/10)

Pos terkait