Kecamatan Airgegas Ngarak 14 Ribu Butir Telok Serujo

  • Whatsapp
Wakil Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid foto bersama dengan ayam hias yang ikut dalam kegiatan Festival Ngarak Telok Serujo sebanyak 14.000 Butir Telur, yang diselenggarakan Pemerintah Kecamatan Air Gegas, Selasa (28/02/2017) pagi. Acara yang dimulai pukul 06.00 WIB ini, untuk mengangkat adat istiadat dan budaya lokal lewat pementasan seni tradisional melayu, dan diikuti Pemerintah Desa, Umum, TK, SD, SMP, SMA/SMK.(foto: raw).

Melestarikan Nilai-nilai Budaya Lokal

AIRGEGAS – Pemerintah Kecamatan Air Gegas menyelenggarakan kegiatan Festival Ngarak Telok Serujo sebanyak 14.000 (Empat Belas Ribu) Butir Telur, Selasa (28/02/2017) pagi.

Acara yang dimulai pukul 06.00 WIB ini, untuk mengangkat adat istiadat dan budaya lokal lewat pementasan seni tradisional melayu. Perlombaan Telok Serujo ini, diikuti beberapa tingkatan yakni Tingkat Pemerintah Desa, Umum, TK, SD, SMP, SMA/SMK.

Bukan hanya itu saja, ada juga Lomba Melukis Telok Serujo, dan Lomba Kreasi Sarung Telok Serujo yang dipersiapkan untuk peserta yang terdiri dari Pemerintah Desa, Instansi, dan Organisasi, serta Sekolah.

Ngarak telok serujok diikuti sebanyak 50 peserta, melukis telok serujo 50 peserta dan membuat kreasi sarung telok serujo 38 peserta yang terdiri dari organisasi, pemdes, TK, SD, SMP, SMA/SMK serta peserta dari umum.

Ngarak Teluk Serojo ke 5 sejauh 5 km ini, bertujuan membangkitkan semangat kecintaan akan budaya lokal melestarikan nilai-nilai budaya lokal.

Camat Airgegas, Mustar Effendy memaparkan sejarah tentang telok serujo, bahwa ngarak telok serujo ini adalah adat budaya Kecamatan Airgegas pada waktu kawin masal zaman dahulu.

Menurutnya, di Kecataman Airgegas khusus di Desa Airgegas kawin masal ini, sudah tidak pernah lagi dilaksanakan semenjak tahun 1984. “Karena kerinduan kami Kecamatan Airgegas akan budaya tersebut, maka pada acara Hari Jadi Basel ke 14 tahun ini adalah yang ke 5 kami laksanakan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Telok Serujo ini, hubungan erat dengan kawin masal dan hataman Alquran. Zaman dahulu pada waktu kawin masal para pengantinnya selalu hatam Alquran, diikuti dengan arak-arakan telok serujo di sepanjang kampung, masing-masing pengantin yang tidak hatam Alquran arakan telok serujonya tidak ada. Jadi, yang ada arak telok serujonya hanya pengantin yang hatam Alquran.

Mustar berharap, acara ini, dapat menjadi adat atau budaya yang diakui oleh daerah lain, bahwa ini adalah adat atau budaya dari Kecamatan Airgegas Bangka Selatan. Dari zaman dahulu sudah ada di Kecamatan Airgegas dan menjadi diharapkan dapat menjadi salah astu ikon pariwisata.

“Semua ini, adalah asset-asset wisata yang menunggu pengembangan lebih lanjut dari Pemerintah Daerah Bangka Selatan. Mudah-mudahan, ini menjadi tujuan wisata yang dapat membanggakan kita semua,” harapnya.

Sementara, Wakil Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengungkapkan, di usia Basel ke-14 telah banyak kemajuan yang dialami. Saat ini, Bangka Selatan telah beranjak ke peringkat 163 dari sebelumnya peringkat ke 316 dari 567 Kabupaten/Kota se Indonesia.
Selain itu, Kabupaten Bangka Selatan telah keluar dari opini disclaimer menjadi wajar dengan pengecualian (WDP) dari BPK RI Tahun 2016.

Ia juga menerangkan, Kabupaten Bangka Selatan mendapat tropi Wahana Tata Nugraha (WTN) Tahun 2016 yaitu penghargaan Tata Lalu Lintas Darat Kategori Kota Kecil.
Berikutnya, kegiatan Toboali City On Fire sudah masuk dalam kalender event pariwisata nasional.

“Apa yang telah kita capai saat ini, hendaknya tidak membuat kita berpuas diri, masih banyak kegiatan yang mesti kita laksanakan mencapai visi-misi yang telah ditetapkan, yaitu mewujudkan Bangka Selatan yang maju, mandiri, sejahtera dan berdaya saing,” ungkapnya.

Mengingat keterbatasan sumber dana, maka lanjut Riza, kita mesti membuat skala prioritas pembangunan tahun 2016/2017 diarahkan ke kawasan satu, sadai dan sekitarnya. “Insya Allah tahun 2017/2018 masuk kawasan airgegas dan sekitarnya,” pungkas Riza Herdavid.

Di sela-sela pembagian hadiah lomba dan penarikan doorprize, masyarakat dipersilahkan untuk mengikuti pengobatan gratis dan Aksi Donor Darah oleh PMI Basel.
Dan akhirnya, sebelum usai acara, hal yang paling di tunggu-tunggu masyarakat yakni rebutan telok serujo yang telah disusun rapi di depan panggung hasil karya para peserta. (erokfo/raw/3).

Related posts