Kebutuhan Darah di Bangka Barat Cukup Tinggi

No comment 71 views


Bupati Bangka Barat H Parhan Ali, saat meresmikan gedung dan markas Palang Merah Indonesia (PMI) di RSUD Sejiran Setason, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (8/8/2017).(foto: wan).

Parhan Resmikan Markas PMI

MUNTOK – Bupati Bangka Barat H Parhan Ali, Selasa (8/8/2017) kemarin, meresmikan gedung dan markas Palang Merah Indonesia (PMI) di RSUD Sejiran Setason, Kabupaten Bangka Barat.

Persemian gedung dan markas PMI itu, ditandai pengguntingan pita oleh Parhan didampingi Ketua PMI Kabupaten Bangka Barat, Hj. Anisa Parhan dan Wakilnya Markus.

Acara ini dihadiri, Ketua DPRD Kabupaten Bangka Barat Hendra Kurniady, Wakil Ketua II DPRD M Ali Purwanto, Plt Direktur RSUD Sejiran Setason Yudi Widiansyah, Ketua Muntok Donor Darah Club (MDDC) Kikih Wijaya, sejumlah Kepala OPD, asisten dan staf ahli Bupati.

Pada kesempatan itu, Hj Anisa Parhan mengapresiasi dukungan dan kerjasama pemerintah daerah dalam memberikan suport dan sumbangsih kegiatan-kegiatan fasilitas pembangunan gedung yang nantinya sebagai pusat aktifitas PMI.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak, terutama Pemkab Bangka Barat, yang telah mendukung dan bekerjasama dengan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya, termasuk sumbangsihnya dalam fasilitas pembangunan gedung yang nantinya sebagai pusat aktifitas donor darah,” ujar Annisa.

Menurutnya, selama ini PMI dikenal masyarakat hanya melakukan kegiatan donor darah. Namun, saat ini, PMI juga melakukan kegiatan yang sifatnya sosial. Seperti membantu pada saat terjadi bencana alam dan aktifitas sosial lainnya.

Setelah selesainya pembangunan gedung baru ini, Ia berharapa membuat PMI Bangka Barat, lebih semangat dan maju dalam melakukan kegiatan dalam rangka mendukung program Pemkab Bangka Barat menuju Bangka Barat hebat tahun 2021.

“Saat ini, PMI tidak hanya sekedar donor darah saja ya, tapi juga melakukan kegiatan sifatnya sosial, misal membantu pada saat terjadi bencana alam dan aktifitas sosial lain,” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, PMI rutin melaksanakan kegiatan donor darah secara berkala maupun dengan fasiltas mobil PMI secara keliling. Selain itu PMI tidak bisa digantikan, apalagi soal darah. Ia juga berharap gedung dan Markas PMI RSUD Sejiran Setason, sebagai pusat pelayanan darah bagi warga Bangka Barat kedepan.

Selain itu, gedung ini diharapkan bisa mendukung aktifitas PMI yang tidak hanya menangani darah dan bencana saja, namun juga kemanusiaan yang lain yang dibutuhkan masyarakat.

“Tempat ini, akan menjadi tempat pemerosesan darah dan menjaga kualitas darah agar benar-benar aman bagi pasien yang membutuhkan. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada pemkab bangka barat dan pihak lainnya. Semoga kerjasama dan sinergitas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara Plt Direktur RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat, Yudi Widiansyah mengatakan, kebutuhan darah di Bangka Barat cukup tinggi. Diakuinya, setiap hari ada 12 pasien yang di operasi. Sebagian operasi bedah dan operasi sesar, dan itu semuanya membutuhkan suplay dan pasokan darah.

Untuk itu, saat ini relawan dan PMI dan Kabupaten Bangka Barat, menggandeng dan membina beberapa sekolah agar aktif mengikuti Palang Merah Remaja (PMR).

“Kebutuhan darah sangat tinggi. Setiap hari ada 12 pasien yang operasi. Untuk itu saat ini kami melakukan pembinanaan ke beberapa sekolah di Kelapa dan Kundi, agar mereka lebih peduli dan bersedia menjadi relawan PMR. Sebab, hanya yang memiliki jasmani sehat saja yang bisa mendonorkan darah,” ujar Yudi.(wan/3).

 

No Response

Leave a reply "Kebutuhan Darah di Bangka Barat Cukup Tinggi"