Kebijakan Pelaksanaan Salat Idul Fitri Diambil Setelah Pemetaan Hasil Rapid Test Massal

  • Whatsapp
Gubernur saat rapat lanjutan pembahasan rencana rapid test massal di Babel bersama Forkopimda.(foto: saktio).

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Gubernur Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman kembali menggelar rapat terkait pelaksanaan rapid test massal bersama Pejabat dari Forkopimda Babel.

Pertemuan yang berlangsung Senin (11/5/2020) di Ruang Kerja Gubernur Babel, dihadiri Kapolda, Danrem 045/Gaya, Danlanud, Danlanal Babel, serta Kepala Laboratorium Kesehatan Provinsi Babel.

Rapat lanjutan ini, lebih membahas mengenai teknis pelaksanaan rapid test di beberapa tempat keramaian seperti pasar, tempat ibadah, serta lokasi-lokasi sumber kasus terkonfirmasi Covid-19 di Babel. Untuk saat ini, lokasi yang baru dikonfirmasi seperti Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka dan Kecamatan Pangkal Balam, Pangkalpinang.

Rapid test massal ini, akan menggunakan rapid test kapiler. Jika dari hasil rapid test ditemukan ada yang reaktif, akan dilanjutkan dengan rapid test vena. Jika hasilnya tetap reaktif, maka akan dilanjutkan dengan tes swab Covid-19. “Tahapan-tahapan ini, kita lakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan,” ungkap Gubernur Erzaldi.

Baca Lainnya

Rencananya, Gubernur Erzaldi akan mengadakan pertemuan melalui video conference dengan kepala daerah kabupaten/kota se Babel beserta forkopimdanya untuk membahas lebih detail tentang teknis pelaksanaan rapid test massal.

“Tentunya kegiatan ini, perlu kebersamaan dan dukungan kabupaten/ kota. Kita akan melakukan serentak dengan target jumlah yang akan dirapid test, sesuai dengan yang ditetapkan satgas provinsi,” ujarnya.

Hal ini, dilakukan dalam rangka untuk menekan penyebaran Covid-19 di Babel, dengan harapan masyarakat juga lebih waspada. Karena, masyarakat Babel masih menganggap daerahnya aman dan belum terlalu menerapkan physical distancing yang telah dianjurkan.

“Ini menjadi salah satu strategi kita juga untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar betul-betul mematuhi imbauan pemerintah,” katanya.

Terkait kebijakan pelaksanaan salat Idul Fitri, ditegaskan Gubernur Erzaldi, akan diambil setelah pemetaan hasil dari rapid test massal ini. Jika kurva penyebaran ditemukan melandai, akan dilakukan pelonggaran dengan tetap memenuhi protokol pencegahan Covid-19.

Rencananya, ditambahkan Gubernur Erzaldi, rapid test massal ini, akan tetap dilakukan hingga lebaran Idul Fitri.(Uki/Adv/3).

Related posts